Arti Jazakallah dan Jazakumullah Beserta Penjelasan Lengkap

Pernah mendengar kata jazakallah dan jazakumullah?

Dalam islam, kebaikan menempati posisi yang luhur dan utama dalam kehidupan muslim sehari-hari. Bahkan dalam al-quran dan hadist terdapat banyak sekali anjuran untuk berbuat baik serta membalas kebaikan.

Diantara dari anjuran kebaikan yang banyak tersebut, ada satu ucapan yang patutnya disampaikan ketika seseorang muslim menerima kebaikan atau pemberian dari muslim lainnya.

Ucapan itu adalah Jazakallah dan Jazakumullah. berikut penjelasan (arti, makna, dan anjuran) terkait lafadz tersebut:


Arti dan Makna Jazakallah Jazakumullah


Jazakallah dan Jazakumullah diambil dari bahasa arab yang merupakan ucapan ketika seorang muslim mendapat anugrah kebaikan dari muslim lainnya. Arti sendiri dari jazakallah adalah semoga Allah membalasmu.

Kalimat ini biasa digunakan untuk menyatakan kepada muslim laki-laki yang tunggal atau sendiri. Sedangkan jazakumullah adalah: semoga Allah membalasmu semua.

Kalimat yang ditujukan untuk orang banyak. Adapun beberapa keterangan kebahasaan dan penggunaannya adalah sebagai berikut:

a. Jazakallah : semoga Allah membalasmu (untuk laki-laki)
b. Jazakillah : semoga Allah membalasmu (untuk perempuan)
c. Jazakumullah : semoga Allah membalasmu semua (untuk orang banyak)
d. Jazakallah khoiron : semoga Allah membalasmu dengan kebaikan
e. Jazakallah khoiron katsiron : semoga Allah membalasmu dengan kebaikan yang banyak

Keterangan diatas menunjukkan penggunanaan ucapan jazakallah dari subjek pengucap kepada objek yang laki-laki, perempuan, atau orang banyak. Dalam Keterangan (d) dan (e) diatas tersebut merupakan kalimat lengkap yang ditujukan untuk memberikan penjelasan tambahan yang menyertakan kebaikan di dalamnya.

Jazakallah sendiri mempunyai makna yang penting dalam kehidupan umat islam.

Terlihat sekali betapa agungnya kebaikan orang lain sehingga kita dianjurkan minimal untuk membalas kebaikannya dengan ucapan yang baik juga mulia, yaitu menyertakan kuasa Allah untuk memberikan balasanNya dari orang yang telah memberikan kebaikannya untuk kita.

Lebih lanjut, Jazakallah merupakan pernyataan dari kaum muslim bahwa yang sanggup membalas dan memberi kebaikan untuk alam semesta seisinya tak lain tak bukan adalah dari kuasa Allah semata.

Manusia harus berusaha dan menyertakan Allah untuk semua itu. Hanya Allah lah yang bisa memberikan nikmat tiada putus kepada hambanya. Hanya Allah satu-satunya dzat yang bisa diandalkan untuk membalas kebaikan untuk makhluknya.


Kemuliaan mengucap jazakallah Jazakumullah


Usamah bin Zaid berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang dibuatkan kepadanya kebaikan, lalu ia mengatakan kepada pelakunya: “Jazakallah khairan (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka sungguh ia telah benar-benar meninggikan pujian.”

(HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam Kitab Shahih Al jami’, no. 6368)

Hadist diatas menunjukkan rasulullah benar-benar menghargai kebaikan orang lain. Bahkan disebut juga bagi orang yang mengucap jazakallah khairan menunjukkan bahwa orang itu termasuk telah meninggikan pujian. Telah melakukan satu perbuatan yang baik dan mulia.

Ada juga tambahan hadist dari rasulullah yang menunjukkan bahwa hendaknya umat muslim menyertakan Allah dalam segala ucapan dan perbuatannya,

Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang meminta perlindungan dengan menyebut nama Allah maka lindunglah ia, barangsiapa yang meminta dengan menyebut nama Allah maka berilah ia, barangsiapa yang mengundang kalian maka hadirilah (undangannya), dan barangsiapa yang berbuat kepada kalian kebaikan maka balaslah, jika ia tidak mendapati sesuatu untuk membalasnya, maka doakanlah ia, sampai kalian melihat bahwa kalian sudah membalasnya.’ (HR. Abu Daud)

Hadist diatas menunjukkan bahwa rasulullah mengatur hubungan antar sesama manusia yang harus senantiasa menjaga kebaikan bersama. Bahwa sesama umat muslim harus terus berusaha untuk saling memberi doa dan kebaikan bagi sesama muslim lainnya.

Bahkan jika belum bisa membalas kebaikan itu, dianjurkanlah untuk muslim yang menerima kebaikan untuk mendoakannya sampai suatu waktu bisa membalas kebaikan tersebut.


Anjuran mengucap Jazakallah Jazakumullah


Berkata Al Khaththaby rahimahullah,

Pertama: “Bahwa barangsiapa yang tabiat dan kebiasaannya adalah kufur terhadap nikmat (kebaikan) orang dan tidak bersyukur atas kebaikan mereka, maka niscaya termasuk kebiasaannya adalah kufur terhadap nikmat Allah Ta’ala dan tidak bersyukur kepada-Nya.

Kedua: “Bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak menerima syukurnya seorang hamba atas kebaikan-Nya kepadanya, jika seorang hamba tidak bersyukur kepada kebaikan orang lain dan kufur terhadap kebaikan mereka.” Lihat kitab Sunan Abu Daud dengan Syarah Al Khaththaby, 5/ 157-158.

Keterangan diatas menunjukkan bahwa bagi umat muslim yang mendapat nikmat dari orang lain setidaknya bisa melakukan 4 hal sebagai berikut:

1. Membalas pemberian tersebut
2. Memuji orang tersebut
3. Mengucapkan Jazakallah khairan kepada orang tersebut
4. Mendoakan orang tersebut

Adapun juga anjuran mengucap jazakallah pada beberapa ketentuan ruang dan waktu di bawah ini:

A. Ketika menerima hadiah dari orang lain

Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang diberikan sebuah hadiah, lalu ia mendapati kecukupan maka hendaknya ia membalasnya, jika ia tidak mendapati maka pujilah ia, barangsiapa yang memujinya, maka sungguh ia telah bersyukur kepadanya, barangsiapa menyembunyikannya sungguh ia telah kufur.”(HR. Abu Daud)

Hadis diatas menunjukkan bahwa hadiah baik berupa benda atau sejenisnya dari orang lain kepada kita haruslah bisa kita memberikan penghargaan atas hal tersebut.

Entah hadiah yang bernilai kecil atau besar. Bahkan, jika tidak memberi penghargaan atas hadiah tersebut, rasulullah menyebut orang sebagsimana dimaksud telah terjerumus pada kekufuran.

B. Ketika menerima kebaikan dari orang lain

Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang diberikan kepadanya sebuah kebaikan, hendaklah ia membalasnya dan barangsiapa yang tidak sanggup maka sebutlah (kebaikan)nya, dan barangsiapa yang menyebut (kebaikan)nya, maka sungguh ia telah bersyukur kepadanya dan barangsiapa yang puas dengan sesuatu yang tidak ia miliki, maka ia seperti seorang yang memakai pakaian palsu.” (HR. Ahmad dan dihasankan oleh Al Albani di dalam kitab Shahih At Taghib Wa At Tarhib, no 974)

Hadist di atas menjelaskan kepada kita bahwa kebaikan, apapun bentuknya, haruslah disyukuri. Baik berupa pertolongan kecil dari orang lain atau usaha besar dari orang lain untuk membantu kita.

Kebaikan, meskipun tidak selalu bersifat materiil, nyatanya juga sesuatu yang kita butuhkan dan menjaga umat muslim untuk selalu berada pada tolong menolong dan menjaga persaudaraan sesamanya.

C. Ketika dibantu pemenuhan kebutuhan oleh orang lain

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata:

Berkata Kaum Muhajirin: “Wahai Rasulullah, kaum Anshr pergi dengan (membawa) pahala seluruhnya, kami tidak pernah melihat suatu kaum yang lebih baik pemberiannya dengan sangat banyak, tidak pernah lebih baik tenggang  rasanya dalam perihal yang sedikit dibandingkan mereka, mareka telah mencukupkan kebutuhan kami?”, beliau bersabda: “Bukankah kalian telah memuji mereka atas itu dan berdoa kepada Allah untuk mereka?”, mereka menjawab: “Iya”, beliau berkata: “Maka itu dengan dengan itu.” (HR. An Nasai di dalam Sunan Al Kubra dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Shahih At Taghib Wa At Tarhib, no 977).

Hadist diatas adalah gambaran kaum muhajirin yang mendapat pemberian pemenuhan kebutuhan dari kaum anshr. Rasulullah lalu memastikan bahwa apakah kaum muhajirin sudah memuji dan berdoa kepada Allah untuk kaum ansr. Dan kaum muhajirin menjawab iya.

Adapun keterangan lanjutnya dari hadist tersebut adalah, apabila ada tetangga atau sanak saudara kita ikut membantu kita dalam memenuhi kebutuhan sehari-sehari, maka jangan sampai ucapan Jazakallah itu sampai luput untuk kita sampaikan kepada mereka.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.