Arti Syafakallah dan Syafakillah Beserta Penjelasan Lengkap

Sakit adalah hal yang tidak bisa dihindari. Ia adalah reaksi yang menandakan bahwa tubuh sedang tidak baik-baik saja. Sakit dapat melemahkan fisik dan psikis seseorang.

Oleh karenanya seorang yang sakit membutuhkan pelipur lara. Islam memberikan keistimewaan untuk orang sakit berupa penghapusan dosa. Hal tersebut dijelaskan dalam sebuah hadits berikut ini:

“Tidak ada yang menimpa seorang muslim kepenatan, sakit yang berkesinambungan (kronis), kebimbangan, kesedihan, penderitaan, kesusahan, sampai duri yang tertusuk karenanya, kecuali dengan itu Allah menghapus dosanya” (HR. Bukhari)

Selain itu seorang yang sakit juga membutuhkan dukungan dari orang sekitar. Karenanya Islam juga sangat menganjurkan seorang muslim untuk menjenguk dan mendoakan saudaranya yang sedang sakit.

Ketika mendengar atau bertemu seseorang yang sakit doa sederhana yang biasa diucapkan adalah syafakallah atau syafakillah.

Lalu apa sebenarnya arti lafadz tersebut? berikut ini terdapat beberapa penjelasan mengenai lafadz syafakallah dan syafakillah:


Arti Lafadz Syafakallah dan Syafakillah


Secara bahasa syafakallah dan syafakillah memiliki arti yang sama yaitu semoga Allah memberikan kesembuhan kepadamu, hanya saja dalam penggunaannya syafakallah diucapkan untuk kata ganti orang kedua – kamu (laki-laki) sedangkan syafakillah digunakan untuk kata ganti orang kedua – kamu (perempuan).

Jika diartikan secara luas syafakallah dan syafakillah merupakan ungkapan yang diucapkan seseorang ketika mendengar seorang yang lain dalam keadaan sakit. Hal ini merupa doa yang sederhana namun cukup berarti.


Penggunaan Lafadz Syafakallah dan Syafakillah Sesuai Tata Bahasa


Dalam tata bahasa Arab juga terdapat kata ganti yang disebut dengan dhomir. Penggunaan syafakallah dan syafakillah tersebut dibedakan berdasarkan dhomir muttashil.

Dhomir muttashil merupakan dhomir yang bersambung dengan lafadz sebelumnya. Jika dikelompokkan berdasarkan dhomir muttashil kata syafakallah memiliki beberapa bentuk seperti contoh di bawah ini:

a. Syafahullah : Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadanya (laki-laki)

b. Syafahallah : Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadanya (perempuan)

c. Syafahumullah : Semoga Allah memberikan kesembuhan kepada mereka (laki-laki)

d. Syafahunnallah : Semoga Allah memberikan kesembuhan kepada mereka (perempuan)

e. Syafakallah : Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadamu (laki-laki)

f. Syafakillah : Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadamu (perempuan)

g. Syafakumullah : Semoga Allah memberikan kesembuhan kepada kalian (laki-laki)

h. Syafakunnallah : Semoga Allah memberikan kesembuhan kepada kalian (perempuan)

i. Syafanallah : Semoga Allah memberikan kesembuhan kepada kita

j. Syafanillah : Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadaku


Anjuran Menjenguk Orang Sakit


Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa orang yang sedang sakit membutuhkan dukungan dari orang lain, sehingga dalam Islam pun menganjurkan setiap orang menjenguk saudaranya yang sedang sakit.

Adapun anjuran tersebut tertuang dalam sebuah hadits riwayat Muslim berikut ini:

“Dari Abu Hurairah RA ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Hak seorang muslim terhadap sesama muslim itu ada enam, yaitu:

1. jika kamu bertemu dengannya maka ucapkanlah salam,
2. jika ia mengundangmu maka penuhilah undangannya,
3. jika ia meminta nasihat kepadamu maka berilah ia nasihat,
4. jika ia bersin dan mengucapkan: ‘Alhamdulillah’ maka do’akanlah ia dengan Yarhamukallah (mudah-mudahan Allah memberikan rahmat kepadamu),
5. jika ia sakit maka jenguklah dan
6. jika ia meninggal dunia maka iringilah jenazahnya”.
(HR. Muslim, no. 2162).

Hadits di atas jelas menyebutkan salah satu hak setiap muslim terhadap saudaranya yang sakit adalah menjenguknya.

Kalimat tersebut merupakan sebuah anjuran yang menunjukkan bahwa Islam begitu menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Nilai yang harus dijaga sebagai harkatnya menjadi manusia. Karena dewasa ini semakin berkembangnya zaman nilai kemanusiaan pada diri manusia sendiri perlahan-lahan memudar.

Sesama manusia jadi mudah saling membenci, memaki, menindas, bahkan membunuh. Semuanya dilakukan atas nama kekuasaan, kesejahteraan, dan juga agama.

Oleh karenanya Islam selalu mengingatkan bahwa menjaga nilai kemanusiaan dengan melakukan hal kecil seperti menjenguk orang sakit sangatlah penting untuk senantiasa dilakukan.


Doa Menjenguk Orang Sakit


Meskipun di dalam Al-quran maupun hadits tidak ada perintah atau anjuran mengucap syafakallah ketika mendengar seseorang yang sedang sakit, namun kata tersebut sudah menjadi ungkapan kebiasaan yang diucapkan untuk orang sakit.

Dan hal itu tidak salah untuk dilakukan, toh ungkapan syafakallah mengandung doa yang baik. Adapun doa yang memang dianjurkan untuk dibaca ketika menjenguk orang yang sakit adalah sebagai berikut:

للَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِيْ لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَما

Artinya: Ya Allah Tuhan dari semua manusia, hilangkan segala penyakit, sembuhkanlah, hanya Engkau yang dapat menyembuhkan, tiada kesembuhan kecuali dari pada-Mu, sembuh yang tidak dihinggapi penyakit lagi.

Doa di atas merupakan salah satu dari sekian banyak doa yang dianjurkan oleh Islam ketika menjenguk orang sakit. Namun pada hakikatnya doa yang dipanjatkan tidak harus sesuai dengan lafadz doa di atas.

Doa menjenguk orang sakit juga tidak harus melulu diucapkan dalam bahasa arab tetapi juga boleh dilafadzkan dalam bahasa Indonesia, yang terpenting tentu saja doa tersebut mengandung sesuatu yang baik dan juga dilakukan dengan cara yang baik.


Keutamaan Menjenguk Orang Sakit


Sebagai sesama manusia baik ada atau tanpa perintah dan anjuran sudah selayaknya jika setiap orang menjenguk sesamanya yang sedang sakit , atau setidaknya mendoakannya baik sakit tersebut merupakan sakit ringan atau sakit yang akut.

Rasa empati tersebut seharusnya menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kita sebagai manusia. Walaupun di dalam Islam sendiri pun terdapat keutamaan bagi sesorang yang menjenguk orang sakit.

Keutamaan tersebut dipaparkan pada hadits berikut ini:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَعُوْدُ مُسْلِمًا غُدْوَةً إِلاَّ صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ عَادَهُ عَشِيَّةً إِلاَّ صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ، وَكَانَ لَهُ خَرِيْفٌ فِي الْجَنَّةِ

Artinya: Tidaklah seorang muslim menjenguk muslim yang lain di pagi hari melainkan 70.000 malaikat bershalawat atasnya (memintakan ampun untuknya) hingga ia berada di sore hari. Dan jika ia menjenguknya di sore hari maka 70.000 malaikat bershalawat atasnya (memintakan ampun untuknya) hingga ia berada di pagi hari. Dan ia memiliki buah-buahan yang dipetik di dalam surga.(HR. At-Tirmidzi no. 969)

Hadits tersebut menunjukkan bahwa tidak ada kebaikan yang tidak di balas dengan kebaikan. Seseorang yang hanya meluangkan waktunya untuk menjenguk seseorang lainnya yang sedang sakit memperoleh ganjaran berupa ampunan dosa, di mana hal tersebut diminta langsung oleh para malaikat Allah yang dijamin ketaatannya.

Jadi tak usah berat hati untuk sekedar menjenguk orang sakit, karena masih banyak keutamaan lainnya yang diperoleh dari perbuatan baik tersebut.

Demikian artikel mengenai arti serta penjelasan lafadz syakallah dan syafakillah. Meskipun pada penulisan artikel ini masih banyak kekurangan, tetap saja harapan penulis semoga tulisan di atas dapat bermanfaat dan juga menambah wawasan bagi pembaca. Penulis akan senantiasa belajar. Selamat membaca.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.