Bacaan Qamat Lengkap Dengan Lafadz Arab Latin dan Terjemahannya

Bacaan qamat dilafadzkan beberapa saat setelah adzan dikumandangkan dan sesaat sebelum shalat dimulai. Qamat atau iqamah dilafadzkan sebagai tanda akan mulainya shalat fardhu atau sesaat sebelum melakukan shalat.

Qamat atau iqamah secara etimologis memiliki arti mendirikan sesuatu (shalat) apabila (dia) telah menjadi lurus. Sementara arti terminologisnya adalah memberitahukan tentang mendirikan atau melaksanakan shalat fardhu dengan dzikir (bacaan iqamah) yang ditentukan.

Iqamah merupakan panggilan kedua setelah adzan. Lebih tepatnyya adzan merupakan penanda waktu shalat sedangkan iqamah merupakan pemberitahuan untuk memulai melakukan shalat.

Sama halnya seperti adzan bacaan qamat ditetapkan syariatnya pada tahun pertama hijriah setelah Rasulullah SAW tiba di kota Madinah. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa penetapan syariat adzan dan iqamah tidak berbarengand dengan syariat shalat.

Bisa dikatakan Nabi Muhammad beserta para sahabatnya kala itu melaksanakan shalat fardhu selama tiga tahun tanpa didahului adzan serta iqamah. Shalat ditetapkan syariatnya sebelum tahun hijriah saat Rasulullah SAW masih berada di kota Mekkah.

Bacaan qamat dan adzan bukan hasil kreasi dari Rasulullah SAW. Beliau mendapat wahyu akan bacaan adzan dan iqamah dari Allah SWT. Selain Bilal bin Rabah ada muadzin lain yang juga ditunjuk oleh Rasulullah SAW untuk mengumandangkan adzan dan qamat, yaitu Ibnu Ummi Maktum, Abu Mahdzurah, serta Saad Al Qarzhi.

Keempat sahabat Nabi tersebut bertugas untuk mengumandangkan adzan di tempat-tempat yang berbeda. Di Madinah yang bertugas sebagai mu’adzin ialah Bilal serta Ibnu Ummi Maktum. Di mekah yang ditunjuk ialah Abu Mahdzurah sedangkan Saad Al Qarzhi bertugas sebagai muadzin di Kuba.

Bacaan Qomat

Berikut ini adalah bacaan qamat (iqamah) yang lengkap:

[1x] اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ
“Allahu Akbar, Allahu Akbar” dibaca sebanyak satu kali. Bacaan qamat ini memiliki arti Allah yang Maha Besar, Allah yang Maha Besar.

[1x] أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ إِلَّااللهُ
“Asyhadu allaa ilaahaillallah” dibaca sebanyak satu kali. Bacaan qamat ini memiliki arti aku bersaksi bahwasannya tiada sesembahan yang patut disembah kecuali Allah.

[1x] اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
“Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah” diibaca sebanyak satu kali. Bacaan qamat ini memiliki arti aku bersaksi bahwasannya Muhammad ialah utusan Allah.

[1x] حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ
[1x] حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ
“Hayya ‘alash Sholah, Hayya ‘alal falah ” dibaca sebanyak satu kali. Bacaan qamat ini memiliki arti marilah mendirikan shalat, marilah menuju kemenangan.

[2x] قَدْ قَامَتِ الصَّلاَةُ
“Qadqaamatish sholaah, qadqaamatish sholaah” dibaca sebanyak satu kali. Bacaan qamat ini berarti sesungguhnya telah hampir (waktu) untuk mendirikan shalat, sesungguhnya telah hampir tiba untuk mendirikan shalat.

[1x] اَللهُ اَكْبَرُ, اَللهُ اَكْبَرُ
“Allahu Akbar, Allahu Akbar” dibaca satu kali. Bacaan qamat ini memiliki arti Allah Maha Besar, Allah Maha besar.

[1x] لَا إِلٰهَ إِلَّااللهُ
“Laa ilaaha illallaah”dibaca sebanyak satu kali. Bacaan qamat ini memiliki arti tiada sesembahan yang patut disembah melainkan Allah.

Adab Iqamat

Adab yang harus diperhatikan ketika mengumandangkan iqamah, antara lain dibaca setelah adzan, dilakukan oleh muadzin, diaba-aba oleh imam, dikumandangkan dengan suara lebih rendah dari adzan, selebihnya sama dengan adzan.

Qamat atau iqamah merupakan hak imam. Meskipun bacaan qamat dikumandangkan oleh muadzin tapi yang mengatur iqamah dalam shalat berjamaah ialah imam. Iqamah tidak boleh dikumandangkan bila imam belum datang atau belum ada aba-aba dari imam.

Hal yang harus diperhatikan dalam mengumandangkan bacaan qamat, diantaranya jeda antara adzan dan iqamat serta keberadaan imam. Beberapa ulama berpendapat jika sebelum shalat isya tidak perlu ada shalat qabliyah, oleh karena itu jika imam sudah berada di masjid maka boleh langsung iqamah sesudah adzan dikumandangkan.

Ada hal lain yang membedakan iqamah dengan adzan, yaitu bacaan iqamah lebih pendek dari pada adzan karena semua kalimatnya hanya dibaca sebanyak satu kali. Mengumandangkannya pun tidak perlu diperlambat seperti saat adzan selain itu tidak ada perbedaan dalam iqamah tiap salat meskipun itu shalat Subuh.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.