5 Contoh Narasi Beserta Penjelasannya Lengkap

Dalam kesempatan kali ini kita akan mengulas pengertian apa itu narasi sampai ke contoh-contohnya.

Seperti yang kita sendiri tahu, dalam perkembangan mengenai informasi tertentu, cerita, dan bahkan karangan bisa dibilang hampir tidak pernah luput dari narasi yang dibangun.

Semakin kuat atau menarik narasinya, semakin kuat dan menarik juga informasi atau cerita yang sedang dibuat. Narasi dalam hal ini ikut memberikan sentuhan atau warna pada keseluruhan tulisan. Oke,mari langsung saja!

Apa Itu Narasi

Disarikan dari berbagai sumber, Narasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam sebuah tulisan yang rangkaian peristiwa dari waktu ke waktu dijabarkan dengan urutan awal, tengah, dan akhir.

Dengan kata lain, Narasi berperan membuat detail cerita atau informasi kepada pembaca dalam memahami maksud tulisan yang dibangun. Narasi menjelaskan peristiwa dari awal sampai waktu yang dikehendaki penulis.

Tak jarang, narasi indah yang dibuat penulis bisa membuat pembaca begitu terkesima dan menghayati rangkaian peristiwa dalam tulisannya, termasuk juga melekat dengan kuat informasi yang ada di dalamnya.

Narasi sendiri terbagi menjadi beberapa pengertian berdasarkan berbagai tujuannya

Apa Saja Jenis-jenis Narasi?

contoh narasi
superfighters.website
  • Narasi informatif

Narasi informatif adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang.

Narasi ini berperan memberikan informasi-informasi yang penting dari riwayat atau kisah hidup seseorang. Semakin jelas informasinya, semakin narasi informatif ini memiliki fungsi atau peranannya dengan baik.

  • Narasi ekspositorik

Narasi ekspositorik adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang.

Dalam narasi ekspositorik, penulis menceritakan suatu peristiwa berdasarkan data yang sebenarnya. Pelaku yang ditonjolkan biasanya, satu orang.

Pelaku diceritakan mulai dari kecil sampai saat ini atau sampai terakhir dalam kehidupannya. Karangan narasi ini diwarnai oleh eksposisi, maka ketentuan eksposisi juga berlaku pada penulisan narasi ekspositorik.

Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa yang logis, berdasarkan fakta yang ada, tidak memasukan unsursugestif atau bersifat objektif.

Dalam narasi ini, kebenaran peristiwa merupakan sesuatu yang sangat penting. Terlebih ketika narasi ekspositorik ini mengulas tentang perjalanan tokoh tertentu.

Data dan fakta yang bisa dipercaya menjadi acuan utama penulis dalam penyusunan narasi ekspositorik ini. semakin banyak data atau fakta terpercaya yang bisa dikumpulkan dan disusun, maka akan semakin memperkaya narasi jenis ini.

  • Narasi artistik

Narasi artistik adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat atau terdengar.

Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa yang logis, berdasarkan fakta yang ada, tidak memasukan unsur sugestif atau bersifat objektif.

Dalam narasi jenis ini, penulis memiliki maksud atau pesan tertentu dari narasi yang dibangunnya. Hal tersebut bisa ditunjukkan dari pilihan informasi atau alur yang sengaja dirangkai penulis untuk maksud tertentu, baik terselubung atau samar-samar ditunjukkan maksudnya.

Narasi artistik ini bisa memberikan gambaran yang detail dalam pilihan kalimat yang kuat sehingga pembaca bisa mengerti seperti proses indrawi mendengar dan melihat rangkaian peristiwa dalam tulisan tersebut.

  • Narasi sugestif

Narasi sugestif adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat.

Atau dalam kalimat lain, Narasi ini memberikan sugesti kepada pembaca dari pilihan kalimat yang dirangkai.

Semakin pembaca mengikuti setiap baris kalimat yang disusun penulis, semakin tersugestikan juga dia dari maksud atau pesan yang ingin dituju oleh penulis.

Bagaimana Ciri Umum Sebuah Narasi?

Ciri-ciri narasi dalam pendapat yang diungkapkan oleh Atar Semi (2003: 31) adalah sebagai berikut:

  • Berupa cerita tentang peristiwa atau pengalaman penulis. Intinya ada kejadian, peristiwa atau pengalaman tertentu dalam ciri pertama ini.
  • Kejadian atau peristiwa yang disampaikan berupa peristiwa yang benar-benar terjadi, dapat berupa semata-mata imajinasi atau gabungan keduanya. Artinya, narasi bisa unuk karangan fiksi atau berdasarkan kisah nyata.
  • Berdasarkan konfliks, karena tanpa konfliks biasanya narasi tidak menarik.
  • Memiliki nilai estetika.
  • Menekankan susunan secara kronologis.

Bagaimana Cara Penyusunan Narasi?

Berikut ini adalah tahapan singkat penyusunan narasi serta sedikit catatan penting yang tidak boleh dilupakan dalam penulisannya. Poin-poinnya adalah sebagai berikut:

  • Tentukan dulu tema dan amanat yang akan disampaikan
  • Tetapkan sasaran pembaca
  • Rancang peristiwa-peristiwa utama yang akan ditampilkan dalam bentuk skema alur
  • Bagi peristiwa utama itu ke dalam bagian awal, perkembangan, dan akhir cerita
  • Rincian peristiwa-peristiwa utama ke dalam detail-detail peristiwa sebagai pendukung cerita
  • Susun tokoh dan perwatakan, latar, dan sudut pandangan
  • mengerti aturan tanda bacanya dalam kalimat tersebut

Bagaimana Contoh Narasi?

contoh narasi
materibahasa.com

Diambil dari berbagai sumber, beberapa contohnya adalah sebagai berikut:

  1. Contoh narasi ekspositoris tentang perjuangan bung karno

Perjuangan Ir. Soekarno

Pada tanggal 4 Juli 1927 Ir. Soekarno mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) dengan tujuan Indonesia segera merdeka. Namun nyatanya pada tanggal 29 Desember 1929, Belanda memasukkan beliau ke dalam penjara Sukamiskin di Bandung sampai pada tanggal 31 Desember 1931.

Beliau dibebaskan dan kemudian bergabung dengan Partindo namun untuk yang kedua kalinya Ir. Soekarno ditangkap dan dibuang ke Ende, Flores pada tahun 1933. Kemudian beliau dipindahkan ke Bengkulu.

Setelah melewati perjuangan yang cukup panjang, beliau bersama Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Catatan: contoh ekpositoris yang pertama ini memberikan penjelasan peristiwa berdasarkan kronologinya. Pembaca diajak melihat rangkaian perjuangan ir. Soekarno dari tahap tertentu sampai tahap tertentu berdasarkan fakta atau kenyataan sebenarnya yang terjadi

  1. Contoh narasi ekspositoris tentang perang surabaya

Perang Surabaya

Pada tanggal 10 November 1945 meletuslah sebuah gerakan perlawanan rakyat Surabaya untuk mengusir penjajah Belanda dan para sekutunya dari tanah air khususnya untuk daerah Surabaya.

Perang ini berawal dari kemarahan tentara Inggris akibat terbunuhnya salah satu pimpinan mereka, yaitu Brigadir Jenderal Mallaby. Akibat tewasnya pimpinan mereka, Inggris dan para sekutunya memberikan sebuah ultimatum kepada seluruh pejuang yang ada di Surabaya untuk segera menyerah.

Bukannya menyerah, ultimatum tersebut malah dianggap sebagai penghinaan oleh para pejuang dan rakyat Surabaya. Mereka membentuk sebuah milisi-milisi perjuangan untuk menghadapi pihak Inggris yang mengancam untuk menyerang.

Mengetahui ultimatumnya ditolak, Inggris dan para sekutunya marah besar. Kemudian pada tanggal 10 November pagi mereka melancarkan serangan besar-besaran melalui laut, udara, dan darat dengan mengerahkan kurang lebih 30.000 infanteri.

Sejumlah pesawat terbang, tank, dan kapal perang diarahkan menuju Surabaya. Kota Surabaya diserang habis-habisan oleh pihak sekutu. Mereka mengebom bardir gedung-gedung pemerintahan dan membunuh semua parang pejuang yang terlibat.

Kejadian waktu itu sangatlah mengerikan, pembunuhan terjadi dimana-mana dan membuat para pejuang semakin terdesak. Namun diluar dugaan, rencana mereka untuk menaklukkan Kota Surabaya dalam 3 hari gagal total.

Seluruh pejuang dan rakyat Surabaya turun ke jalan untuk melakukan perlawanan. Semangat para pejuang rakyat Surabaya pada saat itu sangat membara. Hal itu disebabkan berkat munculnya seorang pemuda yang bernama Bung Tomo.

Pada saat itu Bung Tomo dengan gagah berani memberikan sebuah pidato kepada rakyat Surabaya untuk membakar seluruh semangat juang yang mereka miliki walaupun sampai titik darah penghabisan.

Pertempuran Surabaya berlangsung sekitar 3 minggu dan dimenangkan oleh pihak sekutu, Meskipun Kota Surabaya jatuh ke tangan sekutu, perlawanan rakyat Surabaya pada saat itu membangkitkan semangat juang seluruh masyarakat Indonesia.

Catatan : narasi ekspositorik tentang perang surabaya tersebut sesuai dengan ciri yang diulas diawal karena dalam narasi ini, kebenaran peristiwa merupakan sesuatu yang sangat penting.

Terlebih ketika narasi ekspositorik ini mengulas tentang perjalanan tokoh tertentu. Data dan fakta yang bisa dipercaya menjadi acuan utama penulis dalam penyusunan narasi ekspositorik ini.

Semakin banyak data atau fakta terpercaya yang bisa dikumpulkan dan disusun, maka akan semakin memperkaya narasi jenis ini.

Dalam narasi yang dicontohkan juga ditujukan pada sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah tertentu.

Dalam narasi ekspositorik, penulis menceritakan suatu peristiwa berdasarkan data yang sebenarnya.

  1. Contoh narasi sugestif tentang pengalaman sendiri

Hari Minggu

Hari minggu adalah hari yang paling melelahkan bagiku. Jika di pagi hari banyak remaja yang menghabiskan waktunya untuk bersantai dan pergi untuk jalan-jalan bersama temannya, tidak berlaku bagiku.

Pukul 5 pagi aku sudah harus bangun dan membantu ibuku untuk memasak dan setelah itu aku harus menemani adik-adik ku bermain sampai mereka lelah tertidur.

Catatan : narasi sugestif berusaha mengajak pembaca mengikuti maksud yang diinginkan oleh penulis.

Seperti dalam contoh di atas, penulis mengajak pembaca untuk melihat hari minggunya yang melelahkan dikarenakan peristiwa pada kronologi waktu tertentu.

Informasi yang disusun adalah pengalaman sendiri dari penulis yang seperti melakukan curhat dan memberikan maksud sugesti tertentu.

  1. Contoh narasi sugestif tentang cerita pertarungan di pagi buta

Pertarungan di Pagi Buta

Kala itu mentari belum bangun dari peraduannya, ayam jago pun belum melakukan tugasnya. Namun pak Raden telah keluar dari kediamannya. Kulitnya yang keriput dan tipis seolah-seolah tidak mempan akan hembusan angin pagi yang berusaha membekukan kulitnya.

Tangannya yang kekar memikul sebuah cangkul ditangan kirinya sedangkan ditangan kanannya memegang sebuah bingkisan besar.

Pada saat ia melangkah kan kakinya menuju sawahnya, langkahnya tiba-tiba terhenti oleh tangisan anak bayi yang merusak keheningan pada saat itu. Dengan rasa takut pak Raden mencari sumber datangnya suara tangisan itu.

Betapa terkejutnya Pak Raden melihat seorang yang sangat mungil dan lucu tergeletak di bawah pohon beringin besar itu.

Ketika dia mencoba untuk mengangkat bayi itu, tiba-tiba ada seekor harimau yang cukup besar hendak menyerangnya.

Tetapi dengan cekatan pak Raden mengelak terkaman harimau itu. Ternyata suara tangis bayi itu, turut mengundang seekor harimau. Dan tampaknya harimau tersebut sedang kelaparan.

Harimau tersebut selalu memandangi bayi tersebut dengan tatapan yang sangat mengerikan. Melihat harimau tersebut, Pak Raden mencoba menjauhkan harimau tersebut dengan menggunakan cangkulnya.

Akan tetapi harimau itu kembali melawan. Dia berbalik untuk menyerang pak Raden dan berhasil melukai Pak Raden. Dia jatuh ke tanah dan terdesak, saat harimau hendak menerkamnya lagi, pak Raden mengambil cangkulnya yang berada disamping tubuhnya itu.

Alhasil Pak Raden mampu mengalahkan harimau itu dengan cangkulnya yang berhasil menembus perut harimau sampai harimau itu mati.

Setelah berhasil membunuh harimau itu, Pak Raden mengangkat bayi tersebut untuk ia bawa pulang kerumahnya untuk diurus dan diangkat sebagai anaknya.

Catatan: Narasi sugestif diatas membuat pembaca seakan-akan mengikuti dengan detail langkah dan perjalanan pak raden.

Kalimat-kalimat yang disusun dibuat secara liris agar pembaca juga terlibat pada emosi yang ada di ceritanya.

Dalam kata lain, tulisan tertebut mensugesti pembaca tentang betapa gigihnya pak raden dalam melakukan kebaikan atau memperjuangkan sesutatu, terutama ketika melawan si harimau.

Sehingga alangkah baiknya juga jika pembaca bisa mengikuti sikap atau perilaku dari pak raden tersebut.

  1. Contoh narasi informatif dalam format yang lebih pendek tentang bagian kehidupan seseorang

Pergilah Arya ke pasar menggunakan sepeda ontelnya, sesampainya dipasar dia membeli kebutuhan hidupnya bersama ayahnya yang sakit-sakitan. Setelah semua barang sudah terbeli, ia kembali mengayuh sepeda ontelnya untuk segera pulang kerumahnya yang hanya berupa sebuah gubuk kecil yang berada di pinggir sungai.

Catatan: narasi diatas memberikan informasi singkat tentang kehidupan arya bersama bapaknya yang sakit-sakitan.

Sebagai narasi informatif, penulis bertugas memberikan informasi kepada pembaca tentang gambaran keadaan tertentu.

Meskipun tidak panjang, narasi tersebut sudah berhasil memberikan informasi tertentu yang sampai kepada pembacanya

Akhirnya

Cukup sekian dulu artikel tentang contoh narasi yang dilengkapi dengan pengertian dan beberapa penjabarannya. Sampai jumpa di artikel-artikel selanjutnya. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.