4 Hal Unik yang Hanya Ada di Dekorasi Pernikahan Adat Bali

Posted on

Dekorasi Pernikahan Bali – Sejak dahulu, Bali sudah terkenal akan keindahan alamnya bahkan hingga ke mancanegara. Negeri para dewa begitu wisatawan baik lokal maupun internasional menyebut Bali. Tidak hanya terkenal akan keindahan alamnya, Bali juga terkenal akan kebudayaan tradisionalnya.

Masyarakat Bali masih memegang teguh adat-istiadat mereka salah satunya adat pernikahan. Pernikahan adat Bali dilakukan di kediaman mempelai pria, hal ini dikarenakan masyarakat Bali masih menganut sistem patriarki.

Bagi masyarakat Bali, pernikahan merupakan titik dimana pasangan yang sudah menikah akan menjadi anggota masyarakat seutuhnya. Ini menandakan bahwa pasangan yang sudah menikah tersebut akan mendapatkan prioritas dalam menunaikan kewajiban serta hak-hak di dalam kehidupan bermasyarakat.


Dekorasi Unik di Pernikahan Adat Bali


Pernikahan dengan menggunakan adat Bali terkenal akan keunikannya, hal tersebut karena selama prosesi pernikahan penuh dengan ritual unik yang tidak bisa dilewatkan.

Karena keunikan tersebut, maka dekorasi pernikahan juga harus disesuaikan dengan rangkain ritual yang akan dilakukan sepanjang prosesi pernikahan. Adapun dekorasi yang perlu disiapkan adalah:

1. Dekorasi di Angkul-Angkul atau Pintu Masuk Rumah

balidekorasi.com

Pada umumnya, masyarakat Bali beragama Hindu. Oleh sebab itu dekorasi yang digunakan pada pintu masuk akan sangat berwarna seperti pemberian janur yang dilengkungkan di depan pintu masuk acara.

Janur merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut pelepah daun mudah yang diperoleh dari tanaman kelapa yang banyak ditemui di berbagai wilayah Indonesia. Pelepah muda ini biasanya berwarna kuning keputihan. Bagi masyarakat Bali, janur disebut juga dengan penjor yang menandakan adanya upacara pernikahan.

Selain itu janur penjor juga merupakan simbol dari keberkahan. Penjor sendiri terbagi menjadi dua jenis yaitu penjor sakral dan penjor hiasan. Karena penjor ini digunakan sebagai dekorasi pernikahan, maka yang digunakan adalah penjor hiasan.

2. Pelaminan dengan Latar Gapura Bali

penganten.com

Pada pelaminan pernikahan khas Bali biasanya menggunakan miniatur gapura Bali yang diletakkan di belakang pelaminan maupun di pintu masuk acara.

Bentuk gapura ini terinspirasi dari Gapura Candi Bentar yaitu pintu gerbang rumah adat Bali. Pada gapura ini terdiri dari dua buah candi yang memiliki bentuk yang sama dan terbelah dibagian tengahnya sehingga membentuk dua sisi yang sempurna.

Pada umumnya penggunaan pelaminan dengan latar gapura ini identik dengan pelaksanaan resepsi pernikahan yang mengusung konsep tradisional dan sederhana.

3. Kain Poleng Bali

panduanwisata.id

Kain poleng memiliki motif kotak-kotak dengan dominasi warna hitam dan putih. makna dari motif kain poleng ini adalah menunjukkan simbol keseimbangan antara kanan dan kiri atau atas-bawah.

Bagi masyarakat Bali, kain poleng melambangkan keberuntungan, oleh sebab itu menambahkan kain poleng sebagai hiasan di pelaminan akan memiliki makna yang dalam.

Kain poleng yang akan digunakan untuk dekorasi bisa ditambahkan di sisi sebelah kanan dan kiri pelaminan dengan cara dililitkan ke tiang-tiang kecil. Kain poleng ini bisa dijadikan dekorasi tambahan dengan cara melilitkan kain pada sisi kanan dan kiri pelaminan pengantin.

4. Gebogan

kumparan.com

Gebogan bisa berisi buah-buahan atau roti yang disusun keatas hingga membentuk bentuk gunung. Buah-buahan yang sering dipilih untuk gebogan adalah buah apel, pir, jeruk dan pisang. Seluruh buat tersebut dirangkai dan dihias dengan menggunakan janur.

Gebogan dapat diletakkan di sisi kiri dan kanan pelaminan pengantin. Gebogan ini akan membuat suasana pelaminan menjadi lebih klasik. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, gebogan daun lontar dan gebogan buah juga digunakan sebagai dekorasi untuk menghias pelaminan.

Nah, demikian hal-hal yang perlu dipersiapkan ketika kamu ingin mendekorasi pernikahan dengan menggunakan adat Bali. Semoga menginspirasi!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.