Doa Setelah Adzan Dan Cara Menjawab Adzan lengkap

Doa adzan adalah doa yang dibaca setelah menjawab adzan sehabis muadzin selesai mengumandangkan adzan. Adzan merupakan panggilan resmi bagi Umat Islam untuk menjalankan shalat fardhu. Setiap memasuki waktu shalat fardhu adzan akan selalu berkumandang. Perlu kalian ketahui bahwa adzan tidak pernah berhenti dikumandangkan selama seharian penuh.

Hampir setiap waktu para muadzin diberbagai belahan dunia mengumandangkan adzan sebagai pengingat agar Umat Islam mengerjakan shalat. Bagi sebagian orang adzan mungkin menjengkelkan karena dianggap berisik. Namun, dengan adanya suara adzan kita patut bersyukur karena adzan hanya akan berhenti jika kiamat tiba.

Doa Adzan

Masih terdengarnya adzan hingga saat ini menandakan dunia ini masih berjalan. Oleh karena itu hendaknya kita bersyukur dengan keberadaan adzan.
Saat adan dikumandangkan hendaklah kita menjawabnya dan sesudah adzan akan lebih baik kita menutupnya dengan berdoa. Berikut ini jawaban panggilan adzan serta doa setelah adzan yang bisa diamalkan:

1. Doa Adzan Versi Lengkap

اللّهُمّ ربّ هذِهِ الدّ عْوةِ التّامّةِ والصّلاةِ القْائِمةِ اتِ سيِّدِنامُحمّدااِلوسِيْلة والْفضِيْلة والشّرف والدّ رجت الْعاِلية الرّفِيْعة وا بْعثْهُ اْلمقام اْلمحْمُوْد اِلّذِ ى وعدْنهُ اِنّك لا تُخْلِفُ اْلمِيعْاد

“Allahumma rabba haadzihid da’watit taammah, wash shalaatil qaa-imah, aati sayyidinaa muhammadanil ‘aaliyatar rafii’ah, wab’atsthul maqaamal mahmuudal ladzii wa’adtah, innaka laa tukh liful mi’aad.”

Artinya, “ya Allah Tuhan yang memiliki panggilan ini, yang Sempurna dan memiliki shalat yang didirikan, berilah junjungan kami Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan serta kemuliaan juga derajat yang tinggi, dan angkatlah ia ke tempat yang terpuji sebagaimana Engkau janjikan, sesungguhnya Engkau tidak akan mengubah janji.”

2. Doa Adzan Yang Lebih Pendek

للّهُمّ ربّ هذِهِ الدّ عْوةِ التّامّةِ والصّلاةِ القْائِمةِ اتِ سيِّدِنامُحمّدااِلوسِيْلة والْفضِيْلة والشّرف والدّ رجت الْعاِلية الرّفِيْعة وا بْعثْهُ اْلمقام اْلمحْمُوْد اِلّذِ ى وعدْنهُ

“Allahumma rabba haadzihid da’watit taammati wash shalaatil qaa-imati, aati sayyidinaa muhammadanil ‘aaliyatar rafii’ata, wab’atsthul maqaamal mahmuudal ladzi wa’adtahu.”

Artinya adalah, “ya Allah Tuhan yang memiliki panggilan ini, Yang Sempurna dan memiliki shalat yang didirikan. Berilah junjungan kami Muhammad wasilah dan keutamaan serta kemuliaan dan derajat yang tinggi, dan angkatlah ia ke tempat terpuji sebagaimana Engkau telah janjikan.”

Perbedaan doa adzan yang pertama dengan yang kedua terletak pada kalimat اِنّك لا تُخْلِفُ اْلمِيعْاد. Innaka laa tukhliful mi’aad yang berarti sesungguhnya Engkau (ya Allah) Dzat yang tidak akan mengubah janji. Kalimat tersebut merupakan tambahan yang diambil dari hadit yang diriwayatkan oleh Al Baihaqi melalui Muhammad bi ‘Auf.

Sedangkan 10 perawi hadits lainnya tidak menambahkan kalimat tersebut sesuai dengan yang tertera pada hadits berikut ini:

مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ]: للَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلاَةِ القَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الوَسِيلَةَ وَالفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ،[ حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ القِيَامَةِ

“Barang siapa yang berdoa setelah mendengar suara adzan: [Ya Allah Tuham pemilik seruan yang sempurna ini dan shalat yang didirikan. Berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan fadhilah, serta bangkitkanlah beliau sehingga bisa menempati kedudukan terpuji yang telah Engkau Janjikan] maka dia akan mendapatkan syafaatku di hari kiamat. ”

Cara Menjawab Adzan

Sebelum membaca doa adzan kita disarankan untuk menjawab adzan terlebih dahulu selanjutnya bershalawat kepada Rasulullah SAW. Ketika muadzin mengumandangkan adzan disela-sela jeda kalimat adzan hendaklah menjawab adzan seperti yang tertera dalam hadits Nabi SAW yang dipaparkan sahabat Umar bin Khattab berikut ini.

اِذَا قَالَ الْمُؤَذِّنُ : اللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ, فَقَالَ اَحَدُكُمُ: اللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ, ثُمَّ قَالَ : اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ, قَالَ : اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ, ثُمَّ قَالَ : اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ, قَالَ : اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ, ثُمَّ قَالَ : حَيَّ عَلَى الصّلاَةِ, قَالَ : لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ, ثُمَّ قَالَ : حَيَّ عَلَى الْفَلاَ حِ, , قَالَ : لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ, , ثُمَّ قَالَ : اللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ, قَالَ : اللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ, ثُمَّ قَالَ : لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ, قَالَ : لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ مِنْ قَلْبِهِ دَخَلَ ا لْجَنَّةَ

Yang artinya, ketika mu’adzin mengumandangkan Allahu akbar Allahu akbar, maka jawablah Allahu Akbar Allahu Akbar, kemudiaan dikumandangkan Asyhadu anlaa ilaaha illallaah, jawablah Asyhadu anlaa ilaaha illallaah, lalu dikumandangkan Asyhadu anna muhammadar rasuulullaah, maka jawablah Asyhadu anna muhammadar rasuulullaah.

Kemudian dikumandangkan Hayya ‘alash shalaah, maka jawablah Laa hawla wa laa quwwata illaa billaah, lalu dikumandangkan Hayya ‘alal falaah, jawablah Laa hawla wa laa quwwataa illaa billaah, dikumandangkan Allaahu Akbar Allaahu Akbar, jawablah Allaahu akbar Allaahu akbar. Kemudian Laa ilaaha Illallaah, maka jawab dengan Laa ilaaha illallaah. Siapa yang mengucapkan itu dari dalam hatinya maka akan masuk surga.

Perbedaan waktu di berbagai belahan dunia membuat adzan akan terus berkumandang bergantian tanpa henti. Hal itu mungkin tak pernah kita sadari, tapi itulah tanda dari kekuasaan Allah.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.