Doa Hari Senin Lengkap Beserta Latin Dan Terjemahnya

Hari Senin merupakan hari kedua dalam penanggalan Islam. Senin dalam bahasa Arab adalah Itsnaini yang juga berarti kedua. Penamaan hari dalam bahasa Arab memang didasarkan pada urutan angka. Mulai dari angka pertama Wahid (pertama) – Ahad (hari minggu) hingga Sab’atun (ketujuh) – Sabti (hari sabtu).

Lalu apa yang istimewa dari hari senin? Semua hari sebenarnya adalah istimewa, tetapi banyak yang membenci hari senin karena merupakan hari kembali memulai aktivitas. Entah aktivitas pekerjaan maupun bersekolah.

Taukah kalian bahwa hari senin memiliki keistimewaan menurut pandangan Islam. Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wasallam dilahirkan dan meninggal di hari senin. Selain itu beliau juga diutus sebagai Rasulullah dan mendapat mukjizat Al Quran di hari senin.

Doa Hari Senin

Bahkan saat melakukan hijrah ke Madinah beliau tiba di hari senin. Hari yang baik pula untuk melakukan amalan-amalan sunnah karena itulah hari dimana pintu-pintu surga dibuka. Tak hanya itu para malaikat melaporkan amalan manusia juga di hari itu. Untuk itu perbanyaklah ibadah sunnah termasuk berdoa di hari senin. Berikut ini doa yang bisa dibaca:

Doa Bagian Pertama

سْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ.

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي لَمْ يُشْهِدْ أَحَدًا حِيْنَ فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَ اْلأَرْضَ, وَلاَ اتَّخَذَ مُعِيْنًا حِيْنَ بَرَأَ النَّسَمَاتِ, وَ لَمْ يُشَارَكْ فِي اْلإِلَهِيَّةِ وَ لَمْ يُظَاهَرْ فِي الْوَحْدَانِيَّةِ, كَلَّتِ اْلأَلْسُنُ عَنْ غَايَةِ صِفَتِهِ, وَ الْعُقُوْلُ عَنْ كُنْهِ مَعْرِفَتِهِ, وَ تَوَاضَعَتِ الْجَبَابِرَةُ لِهَيْبَتِهِ, وَ عَنَتِ الْوُجُوْهُ لِخَشْيَتِهِ, وَ انْقَادَ كُلُّ عَظِيْمٍ لِعَظَمَتِهِ

“Bismillāhir rahmānir rahīm. Alhamdulillāhil ladzī lam yusyhid ahadan hīna fatharas samāwāti wal ardh, wa lattakha dza mu’īnan hīna bara’an nasamāt, wa lam yusyārak fil ilā hiyyah, wa lam yuzhāhar fil wahdāniyyah. Kallatil alsunu’an ghāyati shifatih, wal ‘uqūlu ‘ankunhi ma’rifatih, wa tawādha ‘atil jabābiratu lihabatih, wa ‘anatil wujūhu likhasy-yatih, wanqāda kullu ‘azhīmin li’azhamath.”

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji milik Allah yang tidak mempersaksikan kepada satu pun (makhluk-Nya) ketika Dia menciptakan seluruh langit dan bumi dan tidak dibantu ketika Dia sebarkan jiwa. Dia tidak disekutui ketuhananNya dan tidak dikalahkan dalam keesaanNya.

Menjadi kelu segala lidah untuk mengungkapkan kedalaman sifatNya, menjadi lemah semua akal untuk memahami hakikat ma’rifatNya. Para penguasa kejam tunduk kepada kehebatanNya dan semua wajah menunduk karena takut kepadaNya juga semua yang diagungkan tunduk kepada kebesaranNya.

Segala puji kepunyaan Allah dengan beruntun lagi terus-menerus dengan berturut-turut dan selamanya. Shalawat Allah kepada RasulNya selama-lamanya dan salamNya dengan terus-menerus tidak berkesudahan.

Bagian Kedua

فَلَكَ الْحَمْدُ مُتَوَاتِرًا مُتَّسِقًا وَ مُتَوَالِيًا مُسْتَوْسِقًا, وَ صَلَوَاتُهُ عَلَى رَسُولِهِ أَبَدًا وَ سَلاَمُهُ دَائِمًا سَرْمَدًا. اللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوَّلَ يَوْمِي هَذَا صَلاَحًا, وَ أَوْسَطَهُ فَلاَحًا, وَ آخِرَهُ نَجَاحًا. وَ أَعُوذُ بِكَ مِنْ يَوْمٍ أَوَّلُهُ فَزَعٌ, وَ أَوْسَطُهُ جَزَعٌ, وَ آخِرَهُ وَجَعٌ

“Falakal hamdu mutawaatiran muttasiqan wa mutawaaliyan mustausiqaa, wa shalawaatuhu ‘ala rasuulihi abadan wa salaamuhu daa ‘iimaan sarmadaa. Allahummaj’al awwala yaumii haadzaa shalaahaa, wa ausathahu falaahaa, wa aakhirahu najaahaa, wa a’uudzu bika min yaumin awwaluhu faza’, wa ausathahu jaza’ wa aakhiruhu waja’.”

Ya Allah jadikanlah permulaan hariku kemashlahatan, pertengahannya keberhasilan, dan akhirnya keberuntungan. Aku berlindung kepadaMu dari hari yang diawali ketakutan tengahnya gelisah, dan akhirnya kesakitan.

Bagian Akhir

اللَّهُمَّ أَوْلِنِي فِي كُلِّ يَوْمِ اثْنَيْنِ نِعْمَتَيْنِ ثِنْتَيْنِ, سَعَادَةًً فِي أَوَّلِهِ بِطَاعَتِكَ, وَ نِعْمَةً فِي آخِرِهِ بِمَغْفِرَتِكَ, يَا مَنْ هُوَ اْلإِلَهُ وَ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ سِوَاهُ

“Allaahumma aulinii fii kulli yaumitsnaini ni’mataini, sa’aadatan fii awwalihi bithaa’atik, wa ni’matan fii aakhirihi bimaghfiratik, yaa man huwal ilaahu walaa yaghfirudz dzunuuba siwaah.”

Ya Allah berikanlah padaku pada setiap hari Senin dua kenikmatan, yaitu keberuntungan pada awalnya dengan taat kepadaMu dan kenikmatan diakhirnya dengan ampunanMu, wahai Tuhan dan tidak ada yang mengampuni dosa-dosa selain Dia.

Hari senin juga merupakan hari dimana pepohonan diciptakan oleh Allah. hari dimana Nabi Musa bertemu Allah di Bukit Thursina. Selain mangamalkan doa diatas hendaknya kita juga melakukan amalan seperti puasa sunnah Senin Kamis.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.