Doa Iftitah Muhammadiyah Sesuai Keputusan Majlis Tarjih

Apa itu doa iftitah? Iftitah secara bahasa berarti permulaan atau pembuka. Dengan kata lain doa iftitah adalah doa pembuka atau doa di permulaan. Doa iftitah dalam rukun shalat memang di baca pada awal rakaat setelah takbiratul ikhram.

Takbiratul ikhram sendiri merupakan takbir pertama diawal rakaat yang merupakan gerakan shalat paling awal. Setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca Surah Al Fatihah kita membaca doa iftitah terlebih dahulu.

Doa Iftitah Muhammadiyah

Ada sekitar 7 doa iftitah yang sering dipakai oleh Rasulullah SAW. Dari ke tujuh doa iftitah tersebut warga muhammadiyah memakai dua bacaan doa iftitah. Itu diambil berdasarkan hasil putusan Majlis Tarjih Muhammadiyah. Kedua nya dianggap paling shahih haditsnya dan paling sering digunakan oleh Rasulullah dalam setiap ibadah shalat beliau. Berikut ini bacaan doa iftitah muhammadiyah yang diterbitkan Majlis Tarjih Muhammadiyah:

Doa Iftitah 1

Diambil berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan oleh imam Bukhari dan Muslim. Ini merupakan doa iftitah yang biasanya dibaca oleh Rasulullah SAW pada saat menunaikan ibadah shalat wajib.

Seperti yang kita ketahui Rasulullah menganjurkan kita untuk memperpendek bacaan shalat ketika sedang berjamaah. Oleh karena itu Rasulullah memakai doa ini dikarenakan doa ini merupakan doa iftitah yang cukup pendek.

اللَّحُمَّ بَا عِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَا يَاىَ كَمَا بَاعَدْتْ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ , اللَّهُمَّ نَقِّنِى مِن الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوبُ الاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ , اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

“Allaahumma baa’id bainii wa baina khataa yaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib. Allaahumma naqqinii minal khataa yaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadu minad danas. Allaahummaghsil khataa yaaya bilmaa-i wats tsalji wal barad.”

Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahnku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya  (Tuhan) Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan salju, air, dan air dingin.

Doa Iftitah 2

Berikutnya adalah doa iftitah yang didasarkan pada hadits shahih oleh Imam Muslim. Terkadang Rasulullah membacanya ketika mengerjakan shalat wajib, tapi beliu lebih sering menggunakannya saat beliau menjalankan shalat sunnah.
Kata musliman yang berada didalam kurung merupakan lafadz tambahan. Lafadz ini terdapat dalam sebuah hadit yang diriwayatkan oleh Abu Daud.

وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَ اتِ وَالاَرْضَ حَنِيفًا (مُسْلِمًا) وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِ كِيْنَ اِنَّصَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى الِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ لاَ شَرِ يْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِنَ اللَّهُمَّ اَنْتَالْمَلِكُ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ . اَنْتَ رَبِّى وَاَنَ عَبْدُكَ ظَلَمْتُ نَفْسِى وَاعْتَرَ فْتُ بِذَنْبِى فَاغْفِرْ لِى ذُنُوبِى جَمِيعًا اِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ اِلاَّ اَنْتَ وَاهْدِنِى لاَحْسَنِ الاَخْلَاقِ لاَ يَهْدِى لاَحْسَنِهَا اِلاَّ اَنْتَ وَاصْرِفْ عَنِّى سَيِّئَهَا لاَ يَصْرِفُ عَنِّى سَيِّئَهَا اِلاَّ اَنّتَ لبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالشَّرُّ لَيْسَ اِلَيْكَ اَنَا بِكَ ؤَاِلَيْكَ تَبَارَ كْتَ وَتَعَا لَيْتَ اَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوبُ اِلَيْكَ

Latin Dan Terjemahnya

“Wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaatii wal ardha haniifan (musliman) wa maa ana minal musyrikiin. Inna shalaati wa nusukii wa mahyaaya wa mamaati lillahiihi rabbil ‘aalamiin. Laa syariikalahuu wa bidzaalika umirtu wa ana awwalul muslimiin.

Allaahumma antal maliku laailaaha illaa anta, anta rabbii wa ana ‘abduka dhalamtu nafsii wa’taraftu bidzambii fagh firlii dzunuubii jamii’an. Laa yagh firudz dzunuuba illaa anta, wah diniiliahsanil akhlaaqi laa yahdil liahsanihaa illaa anta.

Washrif ‘annii sayyiahaa laa yashrifu ‘annii sayyiahaa illaa anta. Labbaika wa sa’daika wal khairu kulluhuu fii yadaika, wasysyarru laisa ilaika. Ana bika wa ilaika. Tabaarakta wa ta’aalaita astaghfiruka wa atuubu ilaik.”

Ya Allah, ENgkau adalah raja tiada Tuhan yang patut disembah kecuali Engkau, Engkau adalah Tuhan dan aku hamba-Mu. aku menganiaya diriku, aku mengakui dosaku. Oleh karena itu ampunilah dosaku, sesungguhnya tidak akan ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.

Tunjukkan aku pada akhlak yang baik, karena tidak akan (ada) yang menunjukkan kepadanya kecuali Engkau. Hindarkan aku dari akhlak yang jahat, tidak akan ada yang bisa menjauhkan aku daripadanya kecuali Engkau. Aku penuhi panggilan-Mu dengan kegembiraan seluruh kebaikan di kedua tangan-Mu dan kejelekan tidak dinisbahkan kepada-Mu.

Aku hidup dengan pertolongan dan rahmatmu dan kepadaMu aku kembali. Maha Suci Engkau dan Maha Tinggi. Aku memohon ampun dan bertaubat kepadaMu.

Itulah tadi beberapa doa ititah yang dipakai oleh warga Muhammadiyah. Sesuai makna organisasinya, yaitu Muhammad-iyah atau pengikut Muhammad maka Majlis Tarjih Muhammadiyah mengambil keputusan sesuai dengan apa yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.