7 Film Jurnalis Terbaik yang Menuai Pergolakan Batin Saat Menontonnya

Banyak kisah tak terungkap dibalik pemberitaan media yang mungkin jarang dikupas ke permukaan. Media pun kadang memilih bungkam terhadap kasus tertentu karena berbagai alasan. Lewat sebuah film, kadang banyak pesan yang selama ini kesannya tersembunyi jadi tersampaikan. Film jurnalis terbaik berisikan kisah bagaimana seorang atau sebuah tim jurnalis kembali mengupas dan menguak sebuah kasus yang tak biasa.

Berbagai rintangan dari banyak kalangan pasti dihadapi oleh para jurnalis tersebut. Bahkan tak jarang pemerintah dan aparat hukum sekalipun menjadi penghalang utama berjalannya proses investigasi. Namun nyali seorang wartawan sejati tak akan sampai disitu, ia akan melakukan berbagai taktik supaya kasus yang tadinya tak tercium media menjadi aroma baru yang semerbak hingga ke seluruh penjuru dunia.

Film Jurnalis Terbaik

Berikut 7 film jurnalis terbaik yang penuh dengan perjuangan dan pergolakan nurani dalam mengungkapkan sebuah realita.

1. The Insider (1999)

Berdasarkan kisah nyata, film ini diadatasi dari sebuah artikel Vanity Fair berjudul “The Man Who Knew Too Much”. Film yang menceritakan tentang upaya Lowel Bergman (Al Pacino) mengupas skandal industri rokok yang menggunakan zat adiktif. Penggunaan zat tersebut dapat menyebabkan kecanduan terhadap rook karena kadar nikotin yang berlebihan.

Sebagai salah satu wartawan TV CBS, Bergman melakukan segala upaya untuk bisa membongkar aib perusahaan tersebut dengan menyewa narasumber dari dalam perusahaan, Jefrey Wigand (Russel Crowe). Sekuat tenaga Bergman berusaha untuk melindungi narasumbernya tersebut. Tak hanya itu, rintangan lain yang dihadapi Bergman berupa teror terhadap keluarganya.

Namun berkat usaha gigih Bergman, investigasi tersebut berhasil ditayangkan pada program ’60 Minutes’ yang diproduserinya sendiri. Aslinya pengungkapan skandal perusahaan rokok ini direkam pada tahun 1995 dan ditayangkan pada Februari 1996. Film ini telah memperoleh tujuh nominasi Academy Awards, salah satunya untuk kategori Best Picture dan Best Leading Actor bagi Russell Crowe.

2. Kill the Messenger (2014)

Film yang meraih beberapa penghargaan dari Golden Trailer Awards dan Traverse City Festival ini merupakan kisah nyata tentang Gary Webb (Jeremy Renner). Seorang jurnalis investigatif The Los Angeles Times yang mengungkapkan tentang keterlibatan agen Central Intelligence Agency (CIA) dalam menyelundupkan kokain ke AS untuk mendanai pemberontakan di Nikaragua.

Lewat artikel yang ditulisnya Webb memaparkan sebuah barang bukti temuannya berupa dokumen asli transaksi perdagangan kokain yang dilakukan oleh pejabat pemerintah AS tersebut. Menuai kontroversi, CIA menjadi sasaran media sementara Webb memperoleh penghargaan sebagai wartawan terbaik pada saat itu, yakni tahun 1990-an.

Sebagai bentuk perlawan pimpinan CIA justru menyangkal semua yang ada di tulisan Gary Webb. Selain itu CIA mulai merusak citra Webb sebagai pahlawan dengan cara menguliti kesalahan-kesalahan nya di masa lalu. Secara perlahan integritas Webb sebagai jurnalis terbaik mulai diragukan masyarakat.

3. The Bang Bang Club (2011)

Saat menonton film ini pergolakan batin yang luar biasa akan kamu alami. Mengisahkan tentang empat orang jurnalis fotografi yang terjun langsung ke daerah Afrika Selatan untuk merekam dan memotret kebrutalan periode apartheid pada tahun 1990-1994. Saat itu perang antar suku masih sering terjadi di Afrika, kekerasan, kemiskinan, dan kerbutalan lainnya yang terjadi di depan mata kepala menjadi saksi bisu dalam bentuk sebuah gambar.

Kamu pasti tidak asing dengan feature fotography karya Kevin Carter yang memotret seekor burung bangkai yang muncul di dekat anak yang kelaparan. Foto tersebut dipublikasikan The New York Times pada 26 Maret 1993 dan memenangkan Pullitzer Prize for Feature Photography pada April 1994. Diangkat dari kisah nyata, film ini menceritakan bagaimana pengalaman buruk Kevin dan kawan-kawan saat menyaksikan beragam tragedi sosial yang terjadi di Afrika tersebut.

Kevin Carter (Taylor Kitsch) bersama tiga jurnalis foto lainnya menamakan diri mereka sebagai Bang Bang Club. “The Bang Bang Club” menyampaikan pergolakan nurani para wartawan tersebut. Saat seseorang dibakar hidup-hidup di hadapan mereka, nurani pun berbicara. Manakah yang harus dilakukan terlebih dahulu, menolong korban atau memotretnya?

4. Spotlight (2015)

Spotlight merupakan nama dari sebuah tim jurnalistik pada koran harian The Boston Globe. Tim yang berisikan wartawan investigasi ini menguak kisah-kisah yang kadang tak tertembus oleh media. Diangkat dari kisah nyata, “Spotlight” bercerita tentang kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh para pendeta terhadap anak-anak di bawah umur di Gereja Katolik di Boston pada tahun 1976.

Karena mengangkat isu yang terlalu sensitif, banyak hambatan melintang yang menghalangi kelancaran investigasi tersebut. Termasuk hambatan dari para pejabat dan pihak gereja itu sendiri. Kasus yang telah lama ditutup-tutupi tersebut menjadi salah satu kisah kejahatan terbesar di zaman modern ini. Pasalnya korbannya telah mencapai ratusan hingga ribuan, ada yang berani bersuara namun ada juga yang memilih bungkam.

Film yang disutradari Tom McCarthy ini meraih pernghargaan bergengsi dari Piala Oscar sebagai film dan skenario asli terbaik. Selain itu film jurnalis terbaik ini juga meraih penghargaan dari Academy Awards untuk kategori Best Picture.

5. True Story (2015)

Film yang disutradarai oleh Rupert Goold ini dapat dikategorikan sebagai film jurnalis terbaik karena menyajikan kisah jurnalistik yang tak biasa. Cerita pertemanan antara mantan reporter The New York Times Michael Finkel (Jonah Hill) dan Christian Longo (James Francho), seorang buronan FBI yang didakwa membunuh istri serta ketiga anaknya di Oregon.

Pertemuan mereka dimulai saat Longo tertangkap di Meksiko menggunakan identitas Michael Finkel dan mengaku sebagai jurnalis The New York Times. Longo ternyata penggemar tulisan-tulisan Finkel dan mengikuti seluruh perjalanan karir sang wartawan yang sempat bersinar tersebut. Dipecat karena akurasi tulisan artikelnya, takdir kemudian mempertemuka Finkel dengan sang pembunuh.

Pertemuan tersebut merupakan titik awal bagi Finkel untuk kembali menulis artikel hingga menerbitkan buku pertamanya yang terinspirasi dari kisah Christian Longo. Ternyata ada kisah yang tak terhendus media dibalik pembunuhan yang dilakukan oleh Longo tersebut.

6. All the President’s Men (1974)

Film ini adalah visualisasi dari kisah nyata yang ditulis oleh Bob Woodward dan Carl Bernstein dalam sebuah buku berjudul sama. Film yang menyabet pernghargaan Oscar pada tahun 1976 ini menceritakan tentang dua orang wartawan The Washington Post, Bob Woodward (Robert Redford) dan Carl Bernstein (Dustin Hoffman). Mereka berhasil mengungkap skandal Watergate yang melibatkan presiden Amerika pada masa itu, Richard Nixon.

Selama proses investigasi, kedua jurnalis tersebut berhasil mengorek informasi dari narasumber berinisial Deep Throat (Hal Holbrook). Selama 30 tahun siapa sesunnguhnya Throat tak terekspos ke media, hingga pada tahun 2005 ia mengungkapkan pada dunia bahwa dirinya adalah W Mark Felt, mantan petinggi nomor dua di FBI.

7. The Post (2017)

Kisah nyata yang terjadi pada tahun 1971 ini diusung oleh Steven Spielberg dan baru saja memperoleh dua nominasi di ajang Oscar 2018 sebagai kategori Film Terbaik dan Aktris Terbaik. Menampilkan kisah perjuangan seorang wartawan wanita Katharine Graham (Meryl Streep) mengungkap kebeneran dibalik kisah Perang Vietnam

Kay, begitu Katherine biasa disapa, berusaha membocorkan kisah perang tersebut berdasarkan dokumen rahasia pemerintah AS. Penerbit koran perempuan pertama di Amerika tersebut mendapatkan teror dan kecaman dari berbagai pihak, karena menyangkut nama baik dari berbagai kalangan para petinggi. Dihiasi berbagai rintangan yang tak mudah, kisah perjuangan Katherine dalam mengungkapkan kebenaran patut dijadikan contoh dan motivasi.

Ternyata perjuangan mengungkapkan sebuah kebeneran tidaklah mudah, apalagi sebuah kasus yang sudah tertimbun lama. Jadi salut bagi wartawan-wartawan kita yang telah sepenuh hati mempertaruhkan jiwa raganya demi mengungkapkan kasus yang aktual dan tanpa rekayasa.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.