5 Macam Jenis Burung Brajangan Gacor Di Indonesia

Burung brajangan merupakan salah satu spesies burung pengicau yang pertama kali ditemukan di Pulau Jawa. Penemu burung ini adalah Thomas Horsfield di tahun 1821 saat ia berada di Jawa. Dalam bahasa Inggris burung ini lebih dikenal dengan nama Horsfield’s bushlark, dinamakan sesuai dengan nama penemunya.

Brajangan termasuk jenis burung yang termasuk dalam keluarga alaudidae. Mereka senang mendiami habitat padang rumput atau sabana di sebagian besar wilayah Asia Tenggara dan Australia. Mereka juga senang mendiami semak-semak dan pepohonan juga pinggir sungai.

Horsfield bushlark suka memakan seranggserangga kecil, seperti semut, kumbang, dan ulat. Jenis ini juga suka memakan biji-bijian karena mereka termasuk hewan omnivora. Burung ini memiliki kicauan yang biasa, tapi bisa dilatih menggunakan masteran untuk suara yang lebih bagus.

Suara kicau mereka akan terdengan saat mereka bertengger, terbang, dan musim kawin. Kicauannya digunakan untuk mereka berkomunikasi. Brajangan memiliki panjang tubuh antara 13 – 15 cm dengan ekor dan sayap yang terbilang pendek.

Jenis Burung Branjangan

https://www.youtube.com/watch?v=bZraKlWCSok

Berikut ini beberapa jenis burung brajangan yang terkenal di Indonesia dengan beberapa faktanya.

1. Branjangan Jawa Barat

Sesuai dengan namanya burung brajangan yang satu ini berasal dari daerah Jawa Barat, tepatnya daerah Sapan. Burung yang banyak ditemukan di daerah Sapan ini memiliki kicauan yang cukup merdu.

Suaranya nyaring dan melengking serta terdengar sangat jernih. Jenis brajangan Jawa Barat banyak diminati oleh para pecinta burung untuk dipelihara.

2. Burung Brajangan Nusa Tenggara

Daerah Nusa Tenggara bagian Barat, seperti Lombok dan Sumbawa juga ditemukan spesies burung brajangan. Jenis brajangan yang ada disana sedikit lebih besar dari segi ukuran ketimbang Brajangan Jawa Barat.

Warna bulu mereka terlihat lebih gelap dibanding brajangan Jawa Barat. Dengan tampilan mereka tentunya burung ini paling mencolok diantara brajangan lainnya.

3. Branjangan Wates

Dinamakan branjangan Wates karena spesies yang paling bagus ini berasal dari Kulon Progo, provinsi DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta). Secara fisik brajangan Jawa Tengah hampir mirip dengan Brajangan Nusa Tenggara.

Hal yang membuat burung ini istimewa adalah bulu mereka. Branjangan Jawa Tengah memiliki mahkota yang paling bagus diantara para burung branjangan. Selain itu suara mereka juga indah sehingga harga pasaran mereka lebih tinggi dibanding yang lainnya.

4. Borneo Branjangan

Spesies dari Pulau kalimantan ini umumnya dapat ditemui di daerah pegunungan maupun hutan di Borneo. Banyaknya hutan serta bentang alam yang berupa perbukitan membuat Kalimantan menjadi habitat yang pas untuk branjangan. Jenis ini memiliki ciri khas suara yang ngeroll yang enak didengar.

5. Bali Branjangan

Di Bali terdapat pula spesies burung branjangan. Tubuh brajangan Bali lebih kurus, tapi gagah. Jambul mereka lebih panjang ketimbang branjangan lainnya. Bulu pada spesies ini memiliki ciri khas, yaitu totol coklat kehitaman di bagian sayap dan belakang. Kaki mereka sedikit lebih panjang dengan paruh yang berwarna pucat.
Pada branjangan betina bulu-bulu jambul lebih pendek daripada pejantan. Mereka juga memiliki tubuh yang lebih kecil dengan warna bulu yang lebih kusam. Sedangkan burung branjangan Jantan memiliki bulu yang lebih mengkilap.
Jambul mereka lebih tebal dan panjang yang membentuk mahkota di kepala. Kicauan dari pejantan juga lebih merdu dan bervariasi. Iramanya lebih ngeroll dan nadanya lebih tegas. Pastinya pejantan sangat cocok dijadikan burung kontes untuk lomba berkicau.
Hal yang menarik dari burung branjangan adalah mereka bisa terbang ditempat bahkan terbang secara vertikal. Branjangan terlihat sangat menarik karena bulu yang membentuk mahkota dikepalanya. Mereka memiliki bulu bercorak belang-belang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*