4 Jenis Burung Cucak Ijo atau Cica Daun Gacor Favorit

Burung cucak ijo atau cica daun hijau termasuk jenis burung pengicau. Sesuai dengan namanya burung yang satu ini memiliki bulu yang berwarna hijau dominan seperti warna daun. Nama ilmiah dari burung ini adalah Chloropsis sonnerati, diambil dari warnanya yang seperti hijau daun.

Paruh mereka sangat kuat, dengan corak berwarna kuning pada bagian leher serta cincin berwarna putih disekitar mata untuk betinanya. Sedangkan untuk pejantan bagian lehernya tidak terlalu kuning dan justru berwarna hitam.

Cucak ijo banyak ditemukan di negara-negara Asia Tenggara, seperti Indonesia, Malaysia, Brunei, Myanmar, Singapura, dan Thailand. Di Indonesia burung ini banyak ditemukan di daerah Sumatra, Kalimantan, Bali, Jawa, dan kepulauan Natuna.

Habitat asli burung ini berada di area hutan atau hutan bakau di daerah tropis dan subtropis. Mereka suka terbang atau melompat dari dahan pohon satu ke pohon yang lain. Cica daun juga suka hinggap di pohon buah untuk memakan buahnya meskipun mereka juga suka memakan serangga.

Jenis Burung Cucak Ijo

Berikut ini tentang burung cica daun yang sering disebut cucak ijo oleh orang Jawa.

1. Cica Daun Sayap Biru

burunghobi.com

Sesuai namanya burung cica daun sayap biru ini memiliki sayap dan juga ekor yang berwarna kebiruan. Corak warna biru tersebut memang tidak banyak, tapi jelas terlihar diantara bulu mereka yang dominan berwarna hijau.

Terdapat beberapa tipe yang berbeda dalam spesies ini. Ada yang memiliki corak berwarna kuning dibagian kepalanya, ada yang berwarna kuning dibagian dadanya, ada pula yang tidak memiliki warna kuning sama sekali. Biasanya jenis betina yang tidak memiliki variasi warna.

Panjang tubuh mereka sekitar 17 cm dengan paruh dan bagian pipi berwarna hitam. Mata mereka berwarna coklat dengan kaki atau cakar yang berwarna abu-abu kebiruan.

2. Cica Daun Kecil

Memiliki nama latin Chloropsis cyanopogon, burung ini merupakan cica daun yang berukuran paling kecil diantara cucak ijo lainnya. Ciri khas yang bisa kalian temukan pada pejantannya, adalah muka dan tenggorokan mereka yang berwarna hitam dengan garis biru. Sedangkan pada betinanya terdapat garis biru di belakang paruh.

Selain Chloropsis cyanopogon masih ada spesies lain yang juga berukuran kecil, yaitu Chloropsis septentrionalis. Mereka berhabitat didaerah hutan dataran rendah sampai ketinggian 700 m dpl.

3. Cucak Ijo Dahi Emas

timkicau.com

Dinamakan cucak ijo dahi emas karena di dahi mereka terdapat bulu berwarna keemasan. Warna keemasan tersebut biasanya terdapat pada burung pejantan. Sedangkan betinanya secara fisik mirip dengan cica daun kecil, tapi bahu mereka sediit berwarna kebiruan.

Di Indonesia burung ini banyak ditemukan di daerah hutan perbukitan Sumatra yang memiliki ketinggian antara 700 – 1500 m dpl. Mereka senang mencari serangga di pohon-pohon hutan. Spesies ini memiliki setidaknya 6 subspesies yang tersebar di wilayah Asia, seperti di India, Cina, Myanmar, Vietnam, Thailand, Srilanka, Laos, dan Kamboja.

Jenis ini memiliki nama latin Chloropsis aurifrrons (C. a) Burung yang termasuk spesies ini, antara lain C. a aurifrons, C. a frontalis, C. a insularis, C. a pridii, C. a inornata, C. a incompta.

4. Cucak Ijo Sumatra

Cica daun atau cucak ijo Sumatra merupakan jenis cucak ijo kecil yang memiliki wajah berwarna biru. Muka betina berwarna biru dengan dada berwarna kuning sedangkan jantannya memiliki wajah keunguan dengan garis biru dan dada berwarna kuning. Ukuran mereka hanya sekitar 14 cm saja.

Itu tadi beberapa jenis burung cucak ijo yang ada di Indonesia. Persebaran mereka banyak terdapat di hutan-hutan Pulau Kalimantan, Sumatra, Jawa, dan Bali.

Leave a Reply