Berbagai Jenis Cacing Dari 5 Filum Yang Berbeda

Cacing berbeda dengan ulat, jika ulat merupakan binatang yang juga tahapan hidup dari serangga maka cacing adalah hewan yang berdiri sendiri. dalam artian cacing bukan merupakan tahapan dari bentuk binatang tertentu.

Cacing memiliki banyak spesies, mulai dari yang menguntungkan hingga yang berperan sebagai parasit. Habitat serta ukuran cacing berbeda-beda tiap spesiesnya. Bentuk cacing pada umumnya berbadan panjang layaknya tabung silinder.

Sebagian besar cacing merupakan hewan invetebrata, meskipun ada juga yang termasuk sebaagai hewan amfibi. Mereka yang dikenal luas sebagai cacing lebih banyak dari golongan invetebrata.

Jenis Cacing

Berikut ini beberapa jenis cacing mulai dari yang hidup di air, di laut, maupun di tanah. Adapula cacing-cacing parasit yang hidup di tubuh manusia atau hewan.

1. Anelida

blogs.ubc.ca

Terdapat setidaknya 22.000 spesies dalam filum anelida termasuk diantaranya cacing tanah, cacing kerang, dan lintah. Cacing tanah adalah cacing yang mungkin paling sering kita temui. Mereka hidup didalam atau permukaan tanah.

Keberadaan cacing tanah sangat menguntungkan, tidak hanya sebagai bahan makanan beberapa hewan. Mereka bahkan bisa dijadikan sebagai obat manusia yang berkaitan dengan penyakit lambung.

Tidak hanya itu aktivitas cacing tanah juga banyak menguntungkan petani terutama berkaitan dengan tanah. Lintah yang sering kita jumpai di daerah sedikit lembab dan berair, seperti area sawah juga ternyata menguntungkan.

Sebagian besar orang mungkin melihat lintah sebagai hewan penghisap darah. Mereka bahkan suka menempel pada kaki manusia dan kemudian menghisap darahnya hingga kenyang. Sebenarnya aktivitas lintah tersebut bisa bermanfaat dalam bidang kesehatan. Lintah bisa dijadikan alat bekam alami.

2. Nematoda

dribbble.com

Nematoda disebut juga cacing bundar karena bentuknya yang bulat dan tidak pipih. Habitat cacing pada filum ini bisa dimana saja, baik itu di air, di tanah, bahkan di es. Beberapa spesies nematoda merupakan cacing parasit yang membawa penyakit.

Kebanyakan spesies dari nematoda berukuran sangat kecil bahkan ada yang berukuran mikroskopis. Saking kecilnya hanya bisa dilihat lewat bantuan mikroskop.

3. Cacing Pipih

hewanpedia.com

Cacing pipih terbagi menjadi dua jenis, yaitu jenis cacing parasit dan nonparasit. jenis yang termasuk pada kelas turbelaria merupakan cacing pipih yang bukan parasit. Mereka kebanyakan hidup di air dan bentuknya seberti daun panjang atau sejenisnya. Panjang mereka beragam mulai dari 1 mm hingga 500 mm. salah satu contoh turbelarian adalah planarian.

Tiga cacing lainnya yang termasuk parasit dalam filum ini adalah cestoda, trematoda, dan monogenea. Tematoda terbagi kedalam dua grup, yaitu diginea dan aspidogastera.

4. Nemertea

gettyimages.com

Lebih dikenal dengan sebutan cacing pita karena dalam filum ini bentuk cacingnya mirip seperti pita yang berwarna-warni. Mereka memiliki tubuh yang sangat tipis, pendek, tapi lebar. Beberapa spesies cacing pita yang hidup di air bersih merupakan hemaprodit atau memiliki dua jenis kelamin. Sedangkan sisanya memiliki jenis kelamin terpisah.

5. Priapulida

wwwuser.gwdg.de

Cacing kecil yang kadang-kadang disebut sebagai cacing penis. Bukan karena hidupnya membahayakan organ intim pria, tapi karena bentuknya yang menyerupai bentuk penis. Mereka hidup di daerah berlumpur dan di perairan dangkal yang dalamnya kurang dari 90 meter.

Spesies dengan imun yang kuat bahkan memiliki toleransi yang luar biasa terhadap hidrogen sulfida dan anoksia.
Terdapat beberapa jenis cacing dalam filum ini, sebut saja maccabeus, halicryptus, tubiluchus, dan beberapa yang lainnya. Mereka semua adalah cacing berbentuk silinder berukuran 0,2 hingga 39 cm.

Itulah beberapa jenis cacing dari lima filum yang berbeda. Semoga info diatas bisa memperbanyak pengetahuan kalian tentang dunia cacing.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.