Fakta Mengenai Jenis Ikan Aligator Si Predator Air Tawar Mengerikan

radioidola.com

Jenis ikan aligator atu gar buaya merupakan spesies ikan air tawar terbesar di Amerika Utara. Mereka juga merupaka ikan terbesar di keluarga ikan gar. Disebut aligator karena mereka memiliki mulut atau moncong yang panjang seperti buaya.

Sama seperti buaya ikan ini juga dikenal berbahaya. Tingkat keagresivannya mirip dengan ikan piranha begitu juga dengan ketajaman gigi-giginya. Di Indonesia ikan jenis ini sebenarnya sudah dilarang untuk diperdagangkan dengan alasan keamanan.

Ikan yang mirip buaya ini merupakan ikan primitif yang bisa tumbuh hingga berukuran 3 meter. Ikan ini tidak hanya predator dibawah air, tapi juga di permukaan air. Meskipun tidak bisa hidup atau naik ke daratan seperti halnya buaya, tapi keberadaan ikan cukup menghawatirkan.

Jenis Ikan Aligator

Megafish atau ikan jenis gar terbesar yang ada di dunia adalah ikan gar buaya bergigi tajam. Berikut ini beberapa fakta mengenai jenis ikan aligator.

Habitat dan Persebaran

Saat ini ikan buaya hanya bisa ditemukan di perairan Amerika bagian Utara dan Tengah. Diantaranya di daerah pesisir Tenggara Amerika Serikat tepatnya di sungai Mississippi, sungai Ohio, dan Missouri. Selain di sungai-sungai mereka juga dapat hidup di danau bahkan daerah teluk.

Ikan ini bisa beradaptasi dengan air payau bahkan air asin, tapi sekarang lebih banyak ditemukan di air tawar. Sayangnya langkah-langkah pengendalian banjir, seperti dam (bendungan) dan tanggul mengubah ekosistem sungai. Itu telah mengubah habitat asli mereka sehingga ikan ini populasinya semakin berkurang.

Bentuk Fisik

Sebagai spesies gar terbesar ikan buaya memiliki panjang tubuh hingga mencapai 3 meter dengan berat 140 kg. Warna ikan ini umumnya adalah hijau seperti buah zaitun atau kuning. Mereka memiliki mulut yang moncong dengan deretan gigi-gigi yang tajam seperti buaya.
Makanan

Sebagai ikan predator tentunya ikan aligator sangat berbahaya bagi ikan lainnya, tapi mungkin tidak terlalu berbahaya bagi manusia seperti layaknya buaya. Makanan utama mereka adalah ikan lain yang juga hidup di habitat sama atau kura-kura kecil hingga bagkai hewan-hewan lain.

Telur ikan buaya berbahaya bagia manusia karena mengandung racun. Tapi ikan ini dagingnya tidak beracun bagi manusia meskipun jarang sekali orang yang mengkonsumsinya.

Pengembangbiakan

Ikan aligator termasuk jenis ikan berumur panjang. Untuk mencapai masa kawin saja ikan betina butuh waktu 10 dan untuk pejantan sekitar 5 tahun. Biasanya mereka akan mulai kawin saat menjapai usia matang.

Musim kawin ikan aligator ada pada musim semi dengan suhu air 28 ˚C dan air sungai harus cukup dalam. Setelah kawin para betina akan bertelur di daerah yang lebih dangkal dengan banyak vegetasi. Setelah menetas dan menjadi larva ikan mereka akan mulai meninggalkan vegetasi tempat telur menempel. Saat itu usia mereka sekitar 10 hari.

Betina menghasilkan sekitar 150.000 sekali dibuahi, tapi tidak semuanya dapat bertahan hidup. Telur ikan aligator yang beracun jika tertelan manusia tersebut berwarna merah cerah.

Pemanfaatan oleh Manusia

Sisik dari kulit ikan buaya dahulu banyak digunakan oleh orang-orang asli amerika sebagai bahan baku perhiasan. Banyak perhiasan yang bisa dibuat dari sisik ikan aligator, seperti anting-anting, gelang, kalung, dan hiasan kepala.

Selain diburu untuk sisiknya ikan buaya juga banyak diburu untuk diperdagangkan sebagai ikan hias. Perburuan ikan ini sebagai ikan hias kini sudah dilarang, tapi kegiatan memancing ikan buaya untuk tujuan olahraga masih diperbolehkan. Beberapa daerah di Amerika juga memburu ikan ini untuk dimakan atau diambil dagingnya untuk konsumsi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.