3 Jenis Ikan Terapi yang Banyak Digunakan untuk Perawatan Spa

Ikan terapi adalah jenis ikan yang biasa dipergunakan manusia untuk terapi. Terapi ini biasanya berhubungan dengan kulit, entah itu untuk penyembuhan atau peremajaan. Terapi ikan seperti ini sudah banyak diterapkan di beberapa tempat spa. Pelayanan spa atau terapi ikan termasuk dalam kategori pedicure atau perawatan kaki.

Biasanya ikan-ikan yang dipergunakan untuk terapi tersebut akan memakan kuli-kulit mati pada kaki. Sehingga setelah terapi kaki menjadi lebih sehat dan lebih indah. Meskipun terapi ikan sedang trend tapi ada beberapa hal yang perlu diwaspadai.

Pertama, sehubungan dengan sanitasi dan kehigienisan air dan juga ikan yang digunakan karena bisa saja menularkan penyakit. Kedua adalah kekerasan terhadap ikan karena biasanya ikan tidak diberi makan sehingga mereka terpaksa memakan kulit-kulit mati dari kaki-kaki pelanggan.

Jenis Ikan Terapi

jenis ikan terapi kecil garra merupakan jenis ikan yang suka menyedot makanannya termasuk dalam penggunaannya untuk bidang kecantikan. Berikut ini beberapa jenis ikan terapi yang banyak digunakan untuk spa.

1. Ikan Garra Merah

youtube.com

Garra rufa atau ikan garra merah sering juga disebut sebagai ikan terapi atau ikan dokter. Mereka adalah spesies ikan kecil dalam keluarga Cyprinidae. Banyak ditemukan di perairan air tawar, seperti sungai, kolam, danau, atau anak sungai.

Pada awal abad 21 ikan ini banyak diambil untuk digunakan sebagai ikan perawatan spa. Cara kerja mereka adalah dengan memakan lapisan kulit mati pasien atau jaringan kulit ari. Pengobatan seperti ini dipercaya meringankan peradangan pada kulit pasien.

Treatment ini tidak benar-benar menyembuhkan masalah penyakit kulit karena pada dasarnya si ikan hanya menyedot apa yang dianggap makanan mereka. Hal itu juga yang menjadi perdebatan penggunaan ikan ini sebagai salah satu terapi di perawatan spa. Validitas akan kemanjuran terapi ini belum benar-benar diteliti secara profesional dan menyeluruh.

Mereka tidak bisa dipelihara layaknya ikan hias akuarium karena ikan ini hanya bisa dijadikan ikan spa saat mereka kelaparan. Kullit mati pada kaki pasien akan menjadi makanan mereka. Di habitat aslinya mereka memakan alga dan crustacea kecil. Untuk jenis yang ditemukan di air tawar mereka juga suka memakan larva serangga.

2. Ikan Garra Panda

practicalfishkeeping.co.uk

Dinamakan panda karena warna mereka yang hitam putih seperti panda. corak hitam putihnya berselang seling di sekujur tubuhnya. Ukuran maksimum mereka sekitar 9 cm. spesies ini tidak hanya dijadikan sebagai ikan terapi, tapi juga ikan hias akuarium.

Jika ingin memelihara garra panda pastikan untuk menyiapkan akuarium berukuran 80 liter. Parameter airnya dengan pH netral, airnya tenang, dengan temperatur 22 – 27˚C. pastikan juga memberi mereka peralatan oksigen.

Nama ilmiah dari garra panda ialah Garra flavatra. Mereka merupakan ikan yang menarik dan aktif. Banyak ditemukan di sungai-sungai beraliran deras. Sebenarnya spesies ini lebih umum dijadikan sebagai ikan hias akuarium daripada ikan terapi. Saat tidak ada ikan sapu-sapu garra ini bisa menggantikan keberadaan mereka di akuarium.

Mereka adalah jenis panda yang berasal dari Rakhine di barat Myanmar. Semua jenis garra memiliki bibir bawah yang berbentuk mirip cakram, termasuk juga garra panda. bentuknya sesui dengan kebiasaan mereka makan, yaitu menyedot seperti penyedot debu.

3. Garra Ruffa Turcica

briancoad.com

Spesies ini sebenarnya merupakan subspesies dari garra merah, tapi ada juga yang menyatakan spesies ini sebagai spesies sendiri. Sekilas garra ini memiliki kesamaan secara fisik dengan gara merah. Hanya saja tubuh mereka lebih ramping dengan moncong yang lebih tumpul.
Kebanyakan dari spesies gara ini ditemukan di perairan Teluk Persia.

Itulah beberapa spesies dari jenis ikan yangbnayak digunakan untuk terapi. Mungkin informasi diatas bisa membantu kalian jika ingin memelihara ikan gara untuk akuarium atau spa di rumah.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.