Jenis Matoa | Buah Khas dari Papua dengan Rasa yang Unik

Buah matoa dengan nama ilmiah Pometia pinnata ini terkenal sebagai buah khas dari Papua. Namun selain banyak ditemukan di Papua, berbagai jenis matoa juga dapat ditemukan di wilayah Indonesia Timur, seperti di Maluku dan Sulawesi.

Di beberapa daerah buah matoa memiliki nama yang lain. Seperti di Jawa Barat buah ini disebut Leungsir, di Pulau Jawa dikenal dengan Kayu Sapi.

Di Sumatera Utara dikenal sebagai Pakam dan di Minangkabau lebih dikenal dengan nama Langsek Anggak.


Karakteristik Tanaman Matoa


posciety.com

Tanaman matoa sendiri dapat tumbuh baik di dataran rendah, menengah, ataupun dataran tinggi dengan curah hujan yang tinggi.

Tanaman ini memiliki akar tunggang dengan batang pohom berkayu dengan ketinggain maksimum 40 meter serta ukuran diameter maksimum sebesar 100 centimeter.

Jika dilihat sepintas buah ini terlihat mirip seperti buah pinang. Memiliki bentuk buah yang lonjong dengan panjang 2-6 cm.

Bagian kulit buahnya keras namun tipis dengan warna hijau saat masih muda dan saat sudah matang berubah warna menjadi coklat kemerahan, serta tekstur kulit buahnya licin.

Buah ini tergolong sebagai buah yang langka, hal itu disebabkan karena pada umumnya pohon matoa berbuah hanya satu kali saja dalam setahun.

Pohon matoa akan berbunga pada bulan Juli – Oktober, setelah 3 sampai 4 bulan kemudian baru pohon tersebut bisa berbuah lagi.

Keunikkan dari buah ini adalah rasa buahnya yang manis dan harum. Jika dirasakan buah ini memiliki rasa campuran dari beberapa buah seperti buah leci, kelengkeng, durian, dan rambutan.


Jenis-Jenis Buah Matoa di Indonesia


doktersehat.com

Buah khas dari tanah Papua ini terdiri dari dua jenis yaitu Matoa Papeda dan Matoa Kelapa. Perbedaan diantara dua jenis buah matoa tersebut terletak pada tekstur dan ukuran buahnya.

Matoa Papeda memiliki daging buah dengan tekstur yang lengket dan lembek. Ukuran buah jenis Papeda lebih kecil dibandingkan yang jenis kelapa.

Buah Matoa Papeda memiliki diameter buah sekitar 1,4-2 cm. Sedangkan buah Matoa Kelapa memiliki ukuran diameter buahnya sekitar 2,2-2,9 cm dengan tekstur daging buahnya kenyal menyerupai tekstur daging buah rambutan.

Berdasarkan warna buahnya, kedua jenis buah matoa tersebut dapat dibagi lagi menjadi tiga jenis yaitu jenis matoa hijau, matoa kuning, dan matoa merah.


Manfaat Buah Matoa


indonesiakaya.com

Selain karena rasanya yang manis, buah matoa sangat baik untuk dikonsumsi karena mengandung nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh kita.

Daging buah matoa mengandung beberapa vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Kandungan vitamin C dan vitamin E dalam buah ini dapat berfungsi sebagai antioksidan sehingga bisa mencegah radikal bebas dan rusaknya sel-sel dalam tubuh yang dapat menyebabkan beberapa penyakit kronis seperti kanker.

Selain itu, vitamin E juga diketahui dapat meningkatkan kesuburan pria, memilihara kesehatan kulit, dan berguna untuk menghilangkan stress.

Sedangkan vitamin C dapat bermanfaat untuk mempertahankan dan menjaga daya tahan tubuh.

Namun, jika mengkonsumsi buah matoa dalam jumlah yang berlebihan akan memberikan efek yang kurang baik bagi tubuh.

Dengan kadar glukosa yang terkandung dalam buah matoa cukup tinggi, maka jika berlebihan akan mengakibatkan kepala menjadi pusing dan mabuk.

Selain bagian buahnya, ternyata bagian batang serta kulit dari pohon matoa juga dapat dimanfaatkan. Kult dari pohon matoa diketahui memiliki kandungan yang dapat berfungsi sebagai bahan pestisida alami.

Batang pohon matoa yang berkayu dengan panjang sekitar 40-50 meter dan memiliki diameter batang 1 hingga 1,8 meter membuat batang matoa memiliki nilai ekonomis.

Bagian batang tersebut bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan perabotan rumah tangga, papan, dan bahan bangunan.

Keyword: jenis matoa

Leave a Reply