5 Kegiatan yang Dilarang Setelah Melahirkan

Setelah melalui proses persalihan, kondisi badan yang lelah dan organ-organ yang masih tegang menjadi alasan seorang ibu harus banyak melakukan istirahat untuk memulihkannya.

Melakukan berbagai macam aktifitas yang berat tentu akan membahayakan kondisi ibu yang masih rentan setelah proses melahirkan.

Bagi yang melakukan persalinan secara normal biasanya dokter akan memberikan obat untuk memulihkan tenaga, lalu untuk yang melakukan persalinan operasi akan diberikan obat penghilang rasa sakit.

Penggunaan obat tersebut tentu harus diiringi dengan istirahat yang cukup, namun masih ada beberapa ibu yang melanggar dengan melakukan aktifitas yang dapat melelahkan serta membahayakan.


Kegiatan yang Dilarang Setelah Melahirkan


Maka dari itu seorang ibu harus tau kegiatan-kegiatan apa saja yang dapat berbahaya, dan harus menghindarinya agar tidak menghambat selama proses mengurus bayinya. Berikut beberapa kegiatan yang dilarang setelah melahirkan.

1. Kurang Istirahat dan Memforsir Tenaga

Image Source: bukalapak.com

Selama berlangsungnya masa nifas, setidaknya ibu akan membutuhkan waktu istirahat selama 7-9 jam per hari untuk memulihkan tenaganya.

Namun nyatanya kebanyakan para ibu tetap memforsir tenaganya, terutama para ibu baru yang belum punya pengalaman merawat anak sebelumnya sehingga harus bergadang pada beberapa bulan pertama setelah bayi lahir.

Untuk menyiasatinya ibu bisa mengatur jadwal waktu tidur dengan minta suami untuk bergantian mengasuh bayi ketika terjaga saat malam, bisa juga dengan memanfaatkan waktu tidur siang atau sore bayi untuk ikut beristirahat.

2. Tidak Menjaga Asupan Makanan

Image Source: wemp.app

Seorang ibu juga harus tetap menjaga pola asupan yang dikonsumsi sehari-hari setelah melahirkan, karena apa yang dimakan itu akan menjadi nutris yang dikonsumsi oleh bayi melalui Air Susu Ibu (ASI).

Bebeapa yang harus dihindari yaitu makanan yang terlalu pedas dan beraroma kuat, kafein, alkohol, makanan berlemak tinggi, makanan ayng mengandung gas dan asam, obat-obatan tidak sesuai anjuran dokter.

Sebaiknya perbanyak makanan yang mengandung protein, lemak tak jenuh, zat besi, kalium vitamin c dan e yang disesuaikan dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG).

3. Langsung Berolahraga Berat

Image Source: tempo.co

Mengembalikan bentuk tubuh agar kembali ideal setelah melahirkan pasti menjadi tujuan bagi kebanyakan ibu setelah melahirkan.

Tak jarang melakukan olah raga rutin menjadi pilihan, namun hindari olahraga yang terlalu berat bila ibu benar-benar baru melahirkan.

Sebaiknya lakukan olahraga secara bertahap dari yang ringan dan mudah seperti yoga atau berjalan santai 20-30 menit setiap hari, bila dirasa sudah cukup kuat boleh saja melakukan olahraga yang anda inginkan.

Namun bila dirasa ragu, anda bisa konsultasi dahulu pada dokter.

4. Terlalu Boros Membeli Perlengkapan Bayi

Image Source: hipwee.com

Kelahiran bayi akan menjadi kebahagian tersendiri bagi anda sebagai orang tua, untuk merayakannya tak jarang juga anda akan membelikan berbagai pernak-pernik lucu dan menggemaskan untuk si kecil.

Namun harus diperhatikan jangan sampai terlalu boros, karena bukanlah tindakan yang bijak dengan membelikan perlengkapan yang terlihat lucu namun kurang berguna.

Lebih baik beli yang sekiranya sangat diperlukan agar lebih bermanfaat.

5. Terlalu Mendengarkan Omongan Orang Lain

Image Source: radarislam.com

Setelah melahirkan ibu bisa mengalami perubahan emosional yang signifikan. Ibu harus menjaga kondisi suasana hati dan pikiran agar tidak stress.

Hindari mendengarkan semua omongan orang lain yang dirasa terlalu memaksa apa yang harus anda lakukan dalam urusan merawat anak sehingga membuat anda kebingungan dan stress sendiri.

Anda harus lebih percaya diri agar tidak terlalu merasa terbeban secara mental.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.