Memahami Definisi, Makna, dan Wejangan yang Ada dalam Khutbah Nikah

Khutbah Nikah – Inti dari sebuah penyelenggaraan pernikahan terletak pada prosesi akad nikah. Dimana dengan akad nikah inilah kedua pasangan akan sah menjadi suami istri, karena di dalam akad nikah terdapat shigat ijab dan qabul. Yang mana merupakan sebuah perjanjian untuk membangun rumah tangga atau keluarga secara syar’i.

Selepas akad nikah dilaksanakan, artinya ada perpindahan tanggung jawab dari seorang Ayah atas anak perempuannya untuk ‘diserahkan’ kepada suaminya. Sehingga ketika sudah sah dengan melalui akad nikah tersebut, hendaknya tidak merusak dan menyia-nyiakan tanggung jawab yang telah diamanatkan.

Setiap manusia dilahirkan ke dunia sebagai seorang khilafah atau pemimpin. Dan kepemimpinan mendasar yang bisa diterapkan adalah menjadi seorang pemimpin dalam sebuah keluarga. Meskipun kita tidak pernah tahu jalan hidup seperti apa yang akan dilalui, karena itu adalah bagian dari takdir manusia.

Akan tetapi sebaik-baiknya manusia adalah ia yang mau untuk selalu bertawakkal kepada-Nya. Artinya, dalam menjalani setiap tahap kehidupan hendaknya dilalui dengan sepenuh hati dan menyerahkan kembali segala sesuatunya kepada Allah SWT sebagai sang pemilik kehidupan.


Adab-Adab dalam Pernikahan


duasajadah.com

Islam telah mengatur kehidupan manusia di dunia dengan segala ketentuannya. Tidak terkecuali tentang pernikahan. Maka agar akad nikah semakin berkah terdapat adab-adab yang patut untuk diperhatikan, seperti berikut ini.

a. Mengikuti prosedur administrasi nikah

Berperan sebagai warga negara yang baik, maka hendaknya senantiasa taat aturan dan hukum yang berlaku. Salah satunya adalah dengan mengikuti prosedur administrasi pernikahan di kantor pencatatan pernikahan (KUA).

b. Hindari hal-hal yang menyebabkan keabsahan akad nikah menjadi batal

Salah satu yang bisa menjadikan pernikahan tidak sah karena adanya unsur paksaan. Maka hendaknya menikahlah dengan orang yang memang satu tujuan dengan anda, sehingga dalam menjalani kehidupan kelak dapat sejalan. Selain itu, dalam hal ini maka perlu untuk memahami syarat-syarat akad nikah.

c. Adanya khutbah nikah

Atau disebut juga dengan khubatul hajah, dimana dilaksanakan sebelum akad nikah. Meskipun sebagian orang beranggapan bahwa adanya khutbah nikah ini pada saat walimatul urs, namun sebenarnya lebih tepat dilakukan sebelum akad nikah dilaksanakan.

d. Menyebutkan mahar pernikahan

Tujuan dari penyebutan mahar ialah untuk menghindari terjadinya perselisihan selanjutnya. Sehingga lebih baik untuk disebutkan pada saat shigat ijab dan qabul.

Oleh karenanya penyerahan mahar tersebut bersamaan pada saat berada dalam majlis akad nikah tersebut. Meskipun para ulama menyepakati bahwa tanpa menyebutkan maharnya pernikahan tetap dianggap sah, selagi telah memenuhi syarat dan rukunnya.

e. Doa setelah akad

Ini sangat dianjurkan bagi siapapun yang turut menghadiri prosesi akad nikah, untuk ikut mendoakan kedua mempelai. Sebab Islam selalu menekankan bahwa hendaknya segala sesuatu diawali dan diakhiri dengan doa.


Khutbah Nikah


ngertiaja.com

Membahas lebih lanjut tentang khutbah nikah ini, berbeda dengan jenis khutbah lain yang juga disyariatkan agama, seperti khutbah jum’at, khutbah hari raya idul fitri dan idul adha, maupun khutbah lainnya.

Khutbah nikah ini tidak dilaksanakan sebelum atau sesudah melaksanakan shalat. Sesuai dengan namanya, khutbah nikah hanya dilakukan ketika ada prosesi pernikahan, atau secara spesifik adalah saat akad nikah.

Khutbah nikah diibaratkan sebagai pembukaan atau pendahuluan dalam akad nikah. Sebab khutbah nikah berisi beberapa doa pujian dan syukur kepada Allah SWT, serta pembacaan beberapa ayat Al-Qu’an.

Sehingga sebenarnya tidak ada anjuran untuk membaca syahadat, istighfar ataupun surah Al-Fatihah sebelum melaksanakan akad nikah bagi calon pengantin laki-laki. Karena semua itu sudah terwakili dengan khutbah nikah tersebut.

Hukum untuk melaksanakan khutbah nikah ini adalah sunnah. Untuk pelaksanaannya boleh dilakukan oleh petugas nikah maupun orang lain yang ditunjuk untuk mewakilinya yang lebih memahami tentang khutbah nikah, misalnya seorang ustadz.

Isi Khutbah Nikah

tabloidbintang.com

Dalam penyampaian khutbah nikah tidak perlu panjang lebar, meskipun singkat yang terpenting adalah sampai maknanya kepada yang mendengarkan. Dan berikut ini rangkaian urut-urutan lafadz khutbatul hajah.

Pertama, adalah membaca bacaan istaghfar, hamdalah, syahadat, sholawat nabi dan memohon perlindungan kepada Allah SWT. Kedua, adalah berwasiat untuk bertaqwa dan beriman kepada Allah SWT,  yakni denan membaca beberapa ayat Al-Qur’an yang membahas tentang bab pernikahan.

Diantaranya seperti surah An-Nisa (4:1), surah Ali-Imran (3:102), surah Al-Ahzab (33:70-71). Jika setelah ketiga ayat tersebut hendak ditambahkan dengan ayat-ayat Al-Qur’an atau hadits lainnya diperbolehkan. Yang terakhir adalah menyampaikan hajatnya. Inilah mengapa khutbah nikah disebut juga sebagai khutbatul hajah.

Tidak hanya sebatas itu, adanya khutbah nikah dalam rangkaian prosesi akad nikah ini menjadikannya semakin khidmad.

Setali tiga uang selain berfungsi sebagai pembekalan bagi kedua mempelai (karena didalamnya juga termasuk dengan nasihat pernikahan), adanya khutbah nikah ini diharapkan menjadi perangsang semangat bagi yang belum menikah untuk segera melaksanakannya.

Sebab, pernikahan merupakan salah satu hal yang sangat dianjurkan untuk dilakukan menurut agama. Bahkan telah tertuang dalam Al-Qur’an, bahwa pernikahan menjadi salah satu dari tiga perjanjian yang dimuliakan oleh Allah SWT.

Selain itu dalam khutbah nikah, akan diingatkan untuk senantiasa menjaga kerukunan demi keutuhan pernikahan yang dijalani.


Wejangan Pernikahan


liputan6.com

Nasihat-nasihat pernikahan yang ada dalam khutbah nikah umumnya tidak hanya berlaku bagi kedua mempelai saja, namun juga bagi orang-orang yang hadir dalam majlis akad tersebut yang telah berkeluarga. Mulai dari awal membangun sampai ke depannya menjalani kehidupan rumah tangga memang bukanlah sesuatu hal yang mudah.

Bahkan seperti diketahui bahwa terdapat tanggung jawab baru yang harus diemban, serta tidak akan terlepas dari berbagai permasalahan yang akan menghampiri.

Bukan untuk menakut-nakuti, namun berbicara tentang realita bahwa menikah artinya menyatukan dua insan, yang sebagaimanapun kesamaan yang dimiliki keduanya sehingga memutuskan untuk menikah pasti akan ditemukan perbedaan-perbedaan yang bisa memicu permasalahan. Tinggal bagaimana kedua mempelai mampu saling memahami dan melengkapi kekurangan masing-masing.

Menikah merupakan sunnah Rasulullah SAW, maka hendaknya juga dilaksanakan sesuai petunjuk-petunjuknya. Sebagai salah satu bentuk ittiba’ kepada Rasul, sudah sepatutnya dilakukan umatnya. Dengan begitu InshaAllah akan terbentuk akar pondasi masyarakat yang baik. Karena lahir dan besarnya masyarakat berasal dari keluarga.

Betapa mulianya pernikahan di sisi Allah SWT,. dibuktikan bahwa termasuk kedalam tiga golongan orang yang akan Allah SWT berikan pertolongan. Yaitu orang yang berjihad di jalan Allah SWT, budak yang ingin menebus dirinya untuk merdeka, dan orang yang menikah untuk menjaga kehormatannya.


Penutup


titikdua.net

Meskipun hukumnya sunnah, namun Rasulullah SAW sendiri setiap melangsungkan akad nikah selalu menggunakan khutbah terlebih dahulu. Sehingga sebagai umat yang harus selalu berittiba’ kepadanya, hendaknya dalam prosesi akad nikah mengikuti anjurannya.

Oleh karenanya banyak ulama yang berpendapat bahwa khutbah nikah ini menjadi sesuatu hal yang telah disepakati bersama serta menjadi hal yang lazim dilakukan oleh umat, bahkan disetiap daerahnya.

Demikianlah pembahasan singkat mengenai khutbah nikah, yang hendaknya dapat dijadikan pelajaran dan menambah khazanah keilmuan anda.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.