Macam-macam Cedera Saat Olahraga

Macam-macam Cedera – Setiap dari kita mungkin pernah mengalami yang namanya cedera. Cedera ketika berolahraga seperti sepak bola, basket, dan lain sebagainya sangat sering kali terjadi.

Faktor kemungkinan cedera hanya ada dua, yaitu tidak melakukan pemanasan atau terjadi kecelakaan saat bermain (berolahraga).


Macam-macam Cedera Saat Olahraga


Image Source: myedisi.com

Ada banyak sekali macam-macam cedera, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Cedera Overuse

Cedera overuse disebabkan karena ketegangan yang terjadi secara terus-menerus di salah satu bagian tubuh sehingga bagian tersebut menjadi terasa sakit dan terjadi kerusakan.

Salah satu contoh cedera jenis ini adalah “jumper’s knee” atau patellar tendinitis, ciri-cirinya adalah memiliki rasa sakit di bagian tendon tepatnya di bawah tempurung lutut. Rotator dari bahu tersusun dari 4 otot.

Tendon yang selalu melekatkan otot-otot tersebut ke tulang bahu dapat terjadi radang yang memunculkan rasa sakit, terutama saat sering melakukan aktivitas atau pergerakan di atas kepala.

2. Cedera Traumatis

Cedera traumatis ditimbulkan oleh gerakan secara tiba-tiba yang sangat kuat, misalnya cedera di bagian jari-jari tangan. Cedera pada jari tangan ini juga beragam, mulai dari cedera minor yaitu cedera pada ligamen yang menyambungkan antar tulang satu dengan lainnya, hingga patah tulang jari.

Contoh lainnya dari cedera traumatis ialah otot yang sobek atau tertarik. Jenis cedera ini sangat sering terjadi di bagian otot besar pada kaki. Untuk menanggulanginya, lakukan stretching di bagian betis dan paha dengan baik serta selalu memulai pemanasan setiap latihan atau sebelum olahraga.

3. Cedera Hamstring

Cedera Hamstring ini biasanya terjadi saat melakukan gerakan yang tiba-tiba dan, seperti melompat, berlari dan meregangkan kaki.

Jika terjadi hal-hal demikian, maka serabut otot akan mengalami overstretching atau peregangan berlebihan, akibatnya akan menyebabkan bruising dan perdarahan.

Agar terhindar dari cidera ini, kamu harus selalu melakukan latihan squats, hamstring kicks dan lunges. Kamu juga bisa berlatih kelenturan untuk meningkatkan suppleness dari hamstring. Akan tetapi saat seseorang terkena cedera ini, maka yang harus dilakukan adalah:

  • Bawalah ia ke tempat yang aman untuk istirahat
  • Berikan perlindungan di bagian yang cedera
  • Tempelkan es pada area cedera supaya mengurangi inflamasi dan nyeri.
  • Kemudian kompres di daerah cedera supaya pembengkakan tidak terjadi atau berkurang.
  • Tinggikan bagian yang cedera kira-kira lebih tinggi dari letak jantung, ini juga bisa mencegah terjadinya pembengkakan.

4. Cedera Ankle

Cedera ankle merupakan cedera yang paling sering dialami oleh olahragawan. Cedera ini sering terjadi saat kaki seorang pemain mendarat pada kaki pemain lain dan akhirnya ankle menggulung terlalu keluar. Saat hal ini terjadi, sebagian ligamen bisa sobek atau bisa juga seluruhnya.

Oleh karena itu, untuk mencegah terkena cedera ankle bisa dengan melakukan latihan untuk memperkuat otot kaki bagian bawah, warming up yg benar, latihan keseimbangan (bagi yang mengalami cedera berulang bisa menggunakan woble board) dan satu yang tidak kalah penting ialah memakai ankle taping atau bracing.

5. Cedera lutut

Cedera lutut yang biasanya sering terjadi adalah sprain atau keseleo. Lutut yang keseleo menimbulkan adanya sobekan kecil di ligamen.

Oleh karena itu untuk membantu proses penyembuhan pada ligamen, dalam beberapa hari lutut harus diistirahatkan.

Setelah sobekan tertutup, kamu harus berlatih peregangan dan penguatan untuk otot di sekitar lutut agar bisa membantu memposisikan lutut tetap pada tempatnya.

Cedera pada lutut juga bisa terjadi karena sobekan pada meniscus, yaitu jaringan yang berfungsi sebagai bantalan antara tulang-tulang bagian atas dan bawah dari kaki pada lutut.

Untuk menghilangkan atau menyembuhkan meniscus yang telah sobek, mungkin dibutuhkan operasi arthroscopic. Yaitu operasi yang dilakukan dengan memasukkan instrumen-instrumen dan sebuah kamera ke dalam sendi lutut melalui irisan kecil pada kulit.

Dengan adanya instrumen-instrumen tersebut, meniscus yang sobek dan rusak dapat dilihat dan segera diobati.


Macam-macam Cedera Otot


Image Source: hellosehat.com

Ketika berolahraga seringnya kita mengalami cidera otot, baik di otot pergelangan tangan, jari tangan, lengan, pergelangan kaki, lutut dan bagian otot lain.

Bila sedang terkena cidera otot, biasanya seorang pemain akan memegang bagian cideranya tanda dia merasa kesakitan dan tidak dapat bergerak.

Ada beberapa macam cidera otot yang sering terjadi terhadap para pemain olahraga. Berikut ulasan lengkapnya:

1. Hamstring

Jika kita sedang menonton pertandingan olahraga, kemudian kita melihat sang pemain tiba-tiba memegang bagian belakangnya dan larinya berubah menjadi pincang, biasanya dia terkena cidera otot hamstring.

Hamstring sendiri ada empat jenis yaitu semitendinous, semimebranosus, biceps femoris caput lognum, dancaput breve.

Hamstring disebabkan karena salah satu otot dalam organ tubuh mengalami strain. Ketegangan otot dalam kasus hamstring ada yang ringan sampai pada kasus yang parah yaitu putusnya otot.

Ketika mengalami hamstring parah, biasanya penderita akan mendengar bunyi ‘tuk’ bila salah satu otonya putus.

Cidera hamstring terjadi bila otot tersebut tiba-tiba harus melakukan gerakan eksplosif secara tiba-tiba, seperti ketika lari sprint.

Atau bisa juga disebabkan ketika otot yang sudah capek dan butuh untuk diistirahatkan namun dipaksa bekerja lagi.

Ketika sedang bekerja, otot akan selalu berkontrakdiksi yang menyebabkan kadar asam sangat tinggi. Sehingga jika seseorang melakukan gerakan eksplosif dan mendadak, otot tersebut akan kaget dan tidak siap menerima tekanan.

Bila seseorang mengalami hamstring ringan (tingkat 1), ia musti istirahat dan tidak bermain setidaknya selama 2 pekan.

Jika terkena hamstring tingkat 2 ia harus istirahat selama 3-4 minggu. Dan jika mengalami hamstring tingkat 3 (putus) ia harus istirahat sekurang-kurangnya 6-8 minggu.

Waktu istirahat bagi penderita hamstring harus ditaati sesuai dengan tingkat hamstring yang ia alami.

Karena otot yang terkena hamstring harus diitirahatkan dan dilakukan penyembuhan, bila penyembuhannya tidak utuh dan sempurna maka dapat menyebabkan sakit lanjutan bahkan kronis.

2. ACL (Anterior Cruciate Ligament)

Cidera ini tergolong menakutkan bagi seorang atlet olahraga. Pasalnya jika seseorang terkena cidera ACL, pada kasus yang parah akan mengakibatkan ia harus pensiun dari dunia olahraga dan karirnya sebagai seorang atlet tentu saja berakhir.

Fungsi dari ACL adalah menyetop perputaran kaki dan lutut. Cidera ACL bisa terjadi saat badan berputar atau jatuh, paha atas berputar ke dalam dan kaki bawah terputar ke luar.

Bila kondisinya parah, salah satu ujung ACL akan melekat di meniscus. Kemudian ACL akan mengalami over stretch, meregang secara berlebihan dan menarik meniscus sampai lepas dari lutut kaki.

Dalam kasus yang lebih parah lagi, pemain tersebut terkena cidera ganda (ACL dan meniscus).

Jika seseorang terkena cidera ACL baik ringan atau yang parah yaitu cidera ganda, tingkat pemulihannya akan memakan waktu yang sangat lama.

Ia harus beristirahat penuh setelah melakukan operasi. Masa pemulihannya bisa mencapai selama 9 bulan.

Namun pada bulan keenam, penderita sudah dibolehkan berlatih dengan latihan yang ringan, dan harus dipastikan otot tidak bekerja terlalu berat.

Setelah masa pemulihan selama 9 bulan, penderita baru boleh bermain lagi di lapangan. Hal ini juga tergantung dari fisik pemainnya, jika sudah memungkinkan baru boleh bermain lagi.

3. Meniscus

Meniscus adalah tulang putih yang membantu menstabilkan lutut ketika menekuk, sehingga tidak ada pergerakan ke arah samping.

Cidera meniscus tergolong cidera yang parah dan cukup serius. Cidera meniscus ada hubungannya dengan cidera ACL yang sudah kita ulas diatas.

Cidera ini bisa terjadi karena ACL yang tertarik sangat keras. Bagi penderita cidera meniscus, dibutuhkan waktu 3-6 bulan untuk masa pemulihan.

4. Muscle Strain

Muscle Strain termasuk cidera yang ringan, namun bila dibiarkan akan berdampak buruk dan menjadi kronis. Otot yang biasa mengalami muscle strain adalah otot betis dan paha.

5. Pattela Tendonitis

Cidera ini sering terjadi setelah pemain berlatih di lapangan yang keras. Salah satu penyebabnya adalah ketidak seimbangan antara otot quadriceps.

Demikian macam-macam cidera otot yang sering dialami olahragawan. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.