7 Contoh Mukadimah Pidato Umum dan Islami dalam Tiga Bahasa

√ 7 Contoh Mukadimah Pidato Umum dan Islami dalam Tiga Bahasa
gudangnews.info

Contoh Mukadimah Pidato – Mukadimah pidato secara bahasa berarti pendahuluan atau semacam kata pengantar dalam pidato. Bisa juga diartikan sebagai pembukaan.

Bagi kalian yang sering mendengarkan pidato maupun ceramah pasti sering mendengar istilah mukadimah. Dalam kerangka sebuah pidato tentunya akan lebih baik dan lebih afdol jika ada kata pembuka.

Mukadimah di dalam pidato digunakan untuk menarik minat pendengar agar lebih memperhatikan isi pidato nantinya. Peran dari mukadimah sangatlah penting. Apabila mukadimah tidak menarik maka ada kemungkinan pendengar akan malas menyimak pidato yang disampaikan.


Pengertian Pidato


Berbicara tentang mukadimah pidato, tidak sah rasanya jika kita tidak menyinggung sedikit tentang apa definisi dari pidato itu sendiri.

Menurut kamus KBBI pidato merupakan pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada khalayak banyak. Berupa wacana yang disiapkan untuk diucapkan di depan orang banyak.

Secara umum orang yang menyampaikan pidato disebut sebagai narasumber. Pidato dapat berisikan sambutan, ceramah, nasihat, maupun ajakan. Orang yang menyampaikan pidato agama disebut sebagai mubaligh.

Tentu saja anda sering mendengarkan pidato dalam kehidupan sehari-hari. Seperti ceramah-ceramah di masjid maupun ceramah agama yang sering disiarkan di TV ataupun media sosial. Khususnya lelaki yang beragama muslim setidak sekali dalam seminggu pasti mendengarkan ceramah di setiap khutbah Jumat.

Pidato adalah bagian dari penyampaian gagasan, opini, informasi, pikiran pembicara kepada orang-orang yang mendengarkan. Tujuan utama pidato adalah memberikan keyakinan penuh kepada pendengar tentang topik atau isi dari pidato yang disampaikan.

Cara Membuat Naskah Pidato

Sebelum mengulik lebih lanjut mengenai mukadimah pidato, ada baiknya terlebih dahulu kita memahami betul mengenai cara membuat teks pidato itu sendiri.

Secara struktur teks pidato terdiri dari pembukaan, isi pidato, dan penutup. Pada bagian pembuka atau yang sering kita sebut sebagai mukadimah berisikan salam pembuka, ucapan penghormatan dan terimakasih, dan diakhiri dengan ucapan syukur.

Setelah selesai memaparkan bagian mukadimah maka dilanjutkan dengan penyampaian isi atau inti dari pidato. Pada bagian ini pembicara akan menguraikan topik lebih rinci dengan panjang lebar terkait materi yang disampaikan.

Buatlah isi pidato yang tidak membosankan dan bertele-tele melebar jauh dari topik intinya. Sesekali sisipkan bumbu humor agar suasana yang tercipta tidak tegang dan menjenuhkan.

Terakhir yaitu penutup pidato. Bagian ini sama dengan pembuka terdiri dari kesimpulan dari isi pidato, permintaan maaf jika sekiranya ada kesalahan selama penyampaian pidato, dan ditutup dengan salam penutup.

Saat mengakhiri pidato anda dapat menambahkan kutipan kata-kata mutiara, pantun, ataupun hal-hal lainnya. Sebuah penutupan yang berkesan tentu akan meninggalkan kenangan yang manis di hati pendengar.


Mukadimah Pidato


Pengertian Mukadimah

Secara bahasa mukadimah diartikan sebagai pendahuluan, pengantar, pembuka. Secara istilah mukadimah adalah rangkaian kata-kata yang tersusun menjadi kalimat pembuka dalam sebuah pidato, ceramah.

Istilah mukadimah juga digunakan untuk menyebut bagian pengantar atau pendahuluan pada sebuah tulisan, baik itu buku, makalah, karya tulis ilmiah, dan lain sebagainya.

Seperti halnya sebuah pendahuluan, mukadimah memiliki peran penting dalam menarik minat orang lain. Baik itu dalam sebuah tulisan maupun perkataan. Sebuah buku jika tidak diberikan pengantar yang baik, maka akan mengurangi minat orang untuk membacanya.

Begitu juga dengan sebuah pidato, jika tidak diawali dengan mukadimah yang menarik maka orang lain tentu saja tidak akan berminat untuk mendengarkannya.

Sebagai pembicara atau pembawa tausiyah, anda dapat menyajikan pidato yang baik diawali dengan mukadimah yang hangat dan menarik. Misalnya, anda dapat membuka pidato dengan sebuah lelucon ringan untuk menghalau rasa jenuh para pendengar.

Atau sebelum berpidato, anda juga dapat mengajak pendengar bersahut-sahutan pantun. Agar semua orang yang mendengarkan pidato anda merasa diakui keberadaannya. Karena sebuah pidato atau ceramah yang isinya bagus tidak akan diperhatikan dengan baik oleh penonton jika mukadimahnya membosankan.

Salah satu cara agar mukadimah anda terdengar menarik adalah dengan menghindari penggunaan kata-kata yang sudah umum disampaikan.

Pilihlah kata-kata yang mengikuti perkembangan zaman, namun masih dalam kaidah dan aturan yang dibenarkan. Selain itu jangan menyampaikan mukadimah yang panjang dan bertele-tele, hal ini tentu saja akan membuat jenuh orang yang mendengarkan.

Cukup sampaikan mukadimah yang ringkas dan sekiranya menarik dengan minat pendengar baru kemudian disambung dengan pokok isi pidato yang akan disampaikan. Jangan terlalu panjang dan bertele-tele. Cukup sampaikan dengan singkat, tapi menarik.

Berikut ini beberapa contoh mukadimah untuk pidato atau ceramah.

1. Mukadimah Ala Rasulullah SAW

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam setiap memberikan khutbah Beliau selalu menggunakan pola yang sama dengan mukadimah yang hampir sama pula. Hal tersebut disampaikan oleh para sahabatnya seperti dalam sebuah hadits di bawah ini.

Hadits riwayat Muslim dari Jabir bin Abdullah, ia berkata:

كانت خطبة النبي صلى الله عليهوسلم يوم الجمعة يحمد الله ويثني عليه ثم يقول على اثر ذلك وقد علا صوته…

“Khutbah Nabi SAW pada Hari Jumat, yaitu beliau memuji Allah dan menyanjungNya, kemudian menyampaikan pesan, dan suara beliau meninggi….”

Dalam hadits lain disebutkan

كان رسولالله صلى الله عليه وسلم يخطب الناس ويثني عليه بما هو اهله ثم يقول، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا ها ديله وخير الحديث كتاب الله….”

“Rasulullah SAW berkhutbah di hadapan orang banyak dengan memuji kepada-Nya serta menyanjung-Nya dengan pujian dan sanjungan yang layak bagi-Nya.

Kemudian beliau mengatakan, ‘Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada sesuatu pun yang dapat memberinya petunjuk dan sebaik-baiknya ucapan adalah kitab Allah….”

2. Mukadimah Pidato dalam Bahasa Indonesia

Pertama-tama marilah kita panjatkan puja-puji syukur atas kehadirat Allah SWT, berkat limpahan rahmat serta nikmatnya kita semua masih dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat wal ‘afiyat dan tanpa adanya halangan sedikitpun.

Tidak lupa shalawat serta salam kita curahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau yang telah membawa kita keluar dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang saat ini dalam Islam.

Semoga syafaat di hari akhir kelak beliau sampai kepada para keluarganya, sahabatnya, para pengikutnya termasuk kita semua. Aamiin!

3. Mukadimah Pidato dalam Bahasa Arab

Mukadimah dalam Bahasa Arab sebenarnya kerap dianggap oleh sebagian besar orang Indonesia sebagai sebuah doa. Padahal yang dianggap doa tersebut merupakan mukadimah yang juga dipakai oleh Rasulullah SAW dengan sedikit penambahan shalawat dan salam untuk beliau. Berikut ini contohnya:

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأََشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ

4. Mukadimah Pidato dalam Bahasa Inggris

First of all, let us say thaks to Allah SWT, which has given us guidance and blessing. Therefore with his kindness we can gather here to celebrate … without hindrance of any. S

econdly, our sholawat and salam are always delivered to our Prophet Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Which has brought us from darkness to the lightness.

5. Mukadimah Ringan dengan Humor

Pertama-tama marilah kita panjatkan puja-puji syukur atas kehadirat Allah SWT, berkat limpahan rahmat serta nikmatnya kita semua masih dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat wal ‘afiyat dan tanpa adanya halangan sedikitpun.

Tidak lupa shalawat serta salam kita curahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau yang telah membawa kita keluar dari …. Kata-kata terakhir ini bisa diganti dengan “Zaman teplok menuju zaman bohlam.” Atau zaman onta menuju zaman toyota, atau zaman kurma menuju zaman pizza.

6. Mukadimah dengan Memperkenalkan diri

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Salam Sejahtera bagi kita semua! Teriring salam dan doa semoga semua yang hadir disini selalu diberikan sehat dan kebahagiaan oleh yang Maha Kuasa.

Terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan oleh pihak fakultas, sehingga saya bisa berdiri disini mewakili teman-teman semua untuk sambutan kelulusan.

Apa kabar teman-teman seperjuangan? Saya yakin semua sedang tidak baik-baik saja, saya yakin saat ini semua sedang larut dalam pikirannya masing-masing. Jauh di dalam lubuk hati kalian sudah tertanam rindu yang amat dalam yang akan dirasakan selepas kelulusan ini nanti.

Belum berpisah saja sudah rindu ya, apalagi jika sudah benar-benar berpisah dan melanjutkan hidup masing-masing nanti. Mungkin rindu yang sudah tertanam sejak dini itu akan luluh lantah keluar dalam bentuk uraian air mata.

Untuk itu sebelum masuk dalam isi pidato saya yang akan membosankan, izinkan saya menyanyikan sepotong bait lagu bagi kawan-kawan sejawat yang saya cintai:

Teman, “kamu sangat berarti, istimewa di hati, selamanya rasa ini. Jika tua nanti kita telah hidup masing-masing, ingatlah hari ini”

Tak hanya hari ini, justru hari- hari di belakang yang dipenuhi perjuangan hingga kita bisa sampai di kelulusan ini, kenanglah dalam hati dan bawa sampai tua nanti.

Baik Bapak Dekan, Bapak dan Ibu dosen, serta para orang tua yang saya hormati. Mungkin banyak yang belum kenal siapa sosok yang berdiri di depan anda-anda saat ini. ada pepatah yang mengatakan, tak kenal maka tak sayang.

Daripada saya tidak disayang lebih baik saya perkenalkan diri terlebih dahulu. Saya Ahmad Alwi, biasa disapa akrab Ahmad, namun terkadang ada juga yang memanggil saya dengan panggilan Alwi. Padahal itu nama Bapak saya.

Mungkin bagi teman-teman yang sudah terlanjur basah memanggil saya Alwi, untuk hari ini dipending dulu ya, karena Bapak Alwi yang asli sedang ada disini saat ini, takut ketukar.

7. Mukadimah Pidato dengan Memberikan Gambaran

Ada kalanya anda akan diminta untuk mewakili organisasi atau tempat anda bekerja berpidato di depan audiens dalam sebuah acara seminar. Dimana anda harus menjelaskan program yang diusung organisasi atau perusahaan ke masyarakat awam.

Berpidato di depan masyarakat yang baru dikenal dengan latar belakang budaya dan pola hidup yang berbeda tentu bukanlah hal mudah. Apalagi jika anda langsung menjelaskan inti program yang anda usung tanpa ada gambaran sedikitpun.

Sebelum masuk ke inti pidato baiknya anda menjelaskan terlebih dahulu gambaran materi yang akan anda usung. Berikut contoh mukadimah pidatonya:

Hadirin sekalian yang saya hormati,

Sebelum masuk ke materi inti pada hari ini, saya akan menjelaskan terlebih dahulu apa itu “climate change”. Saat ini marak sekali orang membuang sampah sembarangan, polusi udara dimana-mana, serta volume kendaraan motor yang semakin meningkat.

Mungkin Bapak dan Ibu sekalian pernah merasakan, jika udara dan cuaca di bumi kita sudah sangat berbeda dibandingkan 10 atau 20 tahun yang lalu. Kini iklim dan cuaca sulit diprediksi, seperti hati anak muda yang sedang jatuh hati, suka galau.

Nah begitu juga dengan cuaca kita, yang seharusnya sudah masuk masuk musim hujan, tapi masih kemarau berkepanjangan. Sekalinya kemarau, panasnya minta ampun betul tidak Ibu-ibu? Sekalinya hujan, curah hujannya sangat tinggi hingga menyebabkan banjir dimana-mana.

Itu adalah akibat dari “climate change”, dimana iklim bumi kita telah berubah. Tak senormal dahulu lagi. Dampak dari “climate change” bagi para petani adalah musim menanam, menyiangi, menyabit, dan panen yang tidak beraturan.

Lalu apa penyebabnya clima change ini? jika Bapak dan Ibu sudah ada gambaran tentang tema ini, kita akan masuk ke materi inti.

Keyword: Contoh Mukadimah Pidato

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*