Pengertian Basis Data Beserta Fungsi, Tujuan dan Komponennya

Tentu kita sering mendengar istilah basis data atau pangkalan data apalagi di zaman yang serba digital ini. Meskipun pada hakikatnya konsep dasar dari basis data adalah kumpulan catatan-catatan, informasi, atau potongan dari pengetahuan, tetapi istilah basis data bermula dari ilmu komputer.

Basis data tersebut merujuk pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan. Nah barangkali sedikit gambaran tentang basis data tersebut belum begitu jelas, untuk itu di bawah ini terdapat pengertian basis data dan penjelasannya secara lebih rinci, yuk simak terus artikel ini:


Pengertian Basis Data


Basis data (dalam bahasa inggris database) atau pangkalan data Secara sederhana dapat diartikan dengan sekumpulan data yang saling terhubung dan terorganisir dengan baik agar nantinya dapat digunakan kembali secara mudah dan cepat.

Selain itu basis data juga bisa disebut dengan kumpulan data yang terangkum dalam bentuk file/tabel/arsip yang saling berkaitan dan tersimpan dalam media penyimpanan elektronis dengan tujuan untuk memudahkan dalam mengatur, memilih, mengelompokkan, atau mengorganisir sesuai dengan kebutuhan.

Dengan adanya basis data ini seseorang dapat menyimpan segala informasi yang ingin disimpan secara rapi dan sistematis sehingga ketika akan digunakan sewaktu-waktu dapat menemukan data yang diinginkan tersebut dengan mudah.

Misalnya saja seorang pegawai tata usaha yang menyimpan data mahasiswa, data dosen, dan lain-lain dalam perangkat komputer. Nah ketika pegawai tersebut memerlukan data tersebut dirinya hanya perlu mencarinya di dalam komputer.


Fungsi dan Tujuan Basis Data


Meskipun di atas sempat sekilas disinggung mengenai fungsi dan tujuan basis data, namun di bawah ini akan dijelaskan beberapa dari tujuan dan fungsi tersebut. Fungsi dan tujuan dari adanya basis data dalam mendukung keberadaan lembaga atau organisasi tentunya sangat banyak di antaranya adalah sebagai berikut:

Ketersediaan (Avaibility)

Fungsi basis data dalam hal ini adalah untuk menyediakan data-data yang sedang dibutuhkan

Kemudahan dan Kecepatan

Kemudian fungsi basis data selanjutnya adalah untuk memudahkan dan mempercepat seseorang dalam mengakses data-data atau informasi (yang pernah disimpan) ketika dibutuhkan kembali.

Kelengkapan (Completeness)

Artinya bahwa basis data memuat data-data atau informasi secara lengkap, karena dengan adanya basis data seseorang bisa dengan mudah menambah informasi terkait data yang pernah disimpan sehingga kemudian memuat satu-kesatuan data yang lengkap.

Keakuratan dan Keamanan (Accuracy and Security)

Fungsi keakuratan disini berarti bahwa dengan adanya basis data, kesalahan dalam proses data entry dan penyimpanan data dapat diminimalisir. Karena kita dapat melakukan pengorganisasian/mengatur/menyusun file data dengan baik dan rapi.

Sedangkan fungsi security atau keamanan adalah bahwa data yang disimpan dalam basis data memiliki fasilitas pengaman data sehingga tidak bisa dimodifikasi, diubah, ataupun diakses oleh sembarang orang yang tidak berkepentingan.

Keefisienan Penyimpanan (Storage Efficiency)

Selanjutnya dengan adanya database tersebut dapat menghemat ruang penyimpanan dalam komputer karena dengan pengorganisasian dalam database dapat menghindari duplikasi data yang dapat menghabiskan ruang penyimpanan secara sia-sia.

Kebersamaan Pemakai

Meskipun database dilengkapi dengan keamanan yang ketat bukan berarti data-data tersebut tidak dapat diakses oleh banyak orang.

Jika memang diperlukan database juga dapat secara bersamaan diakses oleh banyak orang tanpa menimbulkan masalah baru seperti adanya inkonsistensi data (dimana data dapat diubah karena banyak pemakai pada saat yang bersamaan) serta kondisi deadlock (dimana pemakai saling menunggu untuk menggunakan data tersebut karena ada banyak orang yang ingin mengakses).


Kriteria Basis Data


Untuk lebih memahami pengetahuan tentang basis data tersebut, selanjutnya akan dijelaskan beberapa kriteria penting yang ada pada basis data, di antaranya yaitu:

  • Berorientasi pada data dan bukan pada program
  • Dapat digunakan oleh beberapa program aplikasi tanpa mengubah pangkalan datanya
  • Dapat dikembangkan dengan mudah, baik dari volume ataupun strukturnya
  • Dapat memenuhi keperluan sistem-sistem baru dengan mudah
  • Dan terakhir basis data dapat digunakan dengan cara yang berbeda

Bahasa Basis Data


Yang dimaksud dengan bahasa basis data adalah bahasa yang dapat digunakan/ditempelkan ke dalam bahasa pemrograman lainnya seperti Pascal, Java, Fortran dan lain sebagainya. Komponen bahasa basis data berdasarkan fungsinya dibagi menjadi tiga yaitu:

  • Data Definition Language (DDL)
  • Data Manipulation Language (DML)
  • Data Control Language (DCL)

Tahapan Perancangan Basis Data


Nah jika kamu ingin membuat basis data dalam lingkungan bisnis maka kamu perlu membuat rancangan basis data. Secara sederhana perancangan basis data diartikan sebagai upaya untuk membangun sebuah basis data dalam lingkungan bisnis.

Adapun tahapan atau langkah dalam membangun basis data tersebut adalah sebagai berikut:

  • Perencanaan basis data
  • Mendefinisikan sistem
  • Analisis dan mengumpulkan kebutuhan
  • Perancangan basis data
  • Perancangan aplikasi
  • Membuat prototipe
  • Implementasi
  • Konversi data
  • Pengujian
  • Dan pemeliharaan operasional

Pengertian Sistem Basis Data


Sistem basis data dan basis data merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Basis data adalah sebuah objek yang tidak dapat bergerak sendiri, oleh karenanya ia membutuhkan sistem yang dapat mengelolanya/ menggerakkannya. Sistem ini juga terbentuk dari aplikasi sebagai alat penggeraknya. Sehingga dapat disimpulkan sistem basis data terbentuk dari aplikasi dan basis data itu sendiri.


Komponen Sistem Basis Data


Komponen sistem basis data berarti hal-hal yang menyusun atau sesuatu yang ada pada sistem basis data yakni terdiri dari:

Perangkat Keras (Hardware)

Hardware tersebut meliputi komputer, hardisk, memori sekunder offline (removable disk, flashdisk), dan juga perangkat komunikasi jaringan

Sistem Operasi (Operating Sistem)

Merupakan program yang digunakan untuk mengaktifkan sistem komputer dan mengelola seluruh sumber daya yang ada di dalam komputer seperti windows, unix, linux, dll.

Basis Data (Database)

Seperti yang telah dijelaskan di atas database berisi sekumpulan data yang terorganisir.

Sistem Pengelola Basis Data (Database Management System/DBMS)

Adalah program aplikasi khusus yang digunakan untuk membuat dan mengelola database yang ada. Ia – DBMS- berisi koleksi data dan set program yang dibuat untuk mengakses basis data tersebut. Beberapa contoh dari sistem pengelola basis data ini di antaranya adalah Microosoft Access, MySql, Sybase, Oracle database.

Pemakai (User)

Komponen sistem data base satu ini merupakan komponen yang berinteraksi langsung dengan basis data. Terdapat beberapa macam user di antaranya adalah progammer aplikasi, user mahir (casual user), user umum (end user), serta user khusus (specialized user).

Aplikasi atau Perangkat Lain

Komponen terakhir ini digunakan bergantung pada kebutuhan. Karena terkadang terdapat program yang memang disediakan langsung oleh DBMS, dan juga program yang dibuat menggunakan aplikasi lain seperti visual basic.

Demikian penjelasan terkait basis data yang meliputi banyak hal seperti pengertian, fungsi dan tujuan, hingga program yang mengelola basis data tersebut. Semoga apa yang disampaikan di atas dapat menambah wawasan kita bersama terkait basis data.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.