Surat Al Kahfi : Sejarah, Keutamaan, Sunnah dan Isi Pokok Surat Al Kahfi

Surat al – kahfi merupakan salah satu surat yang memiliki keagungan tersendiri di dalam Al – Quran. Dalam artikel ini akan dijelaskan mengenai sejarah Ashabul Kahfi, Sejarah turunnya surat al kahfi, keutamaan surat al kahfi, dan sunnah surat al kahfi.

Penjelasan Mengenai Surat Al kahfi

Artikel ini menjelaskan mengenai surat al kahfi secara ringkas dan padat.

Sejarah Ashabul Kahfi

Dalam surat al kahfi diceritakan mengenai segerombolan orang yang terjebak di dalam gua. Dalam sejarahnya diceritakan tiga kisah pada masa lalu, yakni kisah Ashabul Kahfi, kisah pertemuan nabi musa as dan nabi Khaidir as serta kisah nabi Dzulqarnain.

Salah satu cerita yang menarik banyak pihak ialah cerita mengenai Ashabul Kahfi. Ashabul Kahfi adalah sekelompok orang yang hidup di jaman kekuasaan Raja Diqyanus di Romawi.

Mereka hidup di jaman orang – orang banyak menyembah berhala. Raja Diqyanus yang memerintahkan rakyatnya untuk menyembahnya akan menjanjikan penghidupan yang layak, dan yang tidak akan dibunuh.

Sekelompok orang tersebut yang percaya akan adanya tuhan dan tidak mau menyembah Raja Diqyanus lantas memutuskan untuk melarikan diri dari kota mereka dan bersembunyi di dalam gua.

Raja Diqyanus yang mengetahui hal tersebut kemudian menyuruh pasukannya mencari mereka dan menemukan mereka tertidur di dalam gua, kemudian Raja menyuruh pasukannya untuk menutup gua itu rapat – rapat agar sekelompok pemuda tersebut mati.

Namun dengan kekuasaan Allah, sekelompok pemuda tersebut ditidurkan selama 309 tahun lamanya. Hingga suatu ketika saat mereka terbangun, salah satu diantara mereka pergi ke pasar dan membeli makanan dan menjumpai banyak perbedaan. Dari situlah Allah menunjukkan kekuasaan kepada hambaNya.

Sejarah turunya surat Al – Kahfi

Turunnya surat Al – Kahfi didasari oleh 3 pertanyaan kaum Quraisy kepada Nabi Muhammad ketika belum lama diangkat menjadi Rasulullah, kaum Quraisy sengaja bertanya untuk menguji kebenaran Nabi Muhammad adalah Rasul, kemudian kaum Quraisy bertanya kepada bangsa Yahudi kira – kira pertanyaan apa yang mebuat jelas bahwa ia adalah utusan Allah.

Beberapa pertanyaan itu ialah 3 kisah yang telah dijelaskan didalam surat Al – Kahfi. Pertanyaan pertama yaitu mereka menanyakan mengenai kisah para pemuda yang menakjubkan, kedua mereka bertanta mengenai lelaki yang sering berkelana yang telah mengunjungi seluruh penjuru bumi dan yang ketiga tentang apa itu roh.

Setelah Rasulullah mendapat pertanyaan tersebut kemudian Rasulullah menyanggupi untuk menjawabnya esok hari, hari demi hari Rasulullah menunggu jawaban dari Allah namun Jibril sebagai pembawa pesan tak kunjung datang.

Kaum Quraisy yang menanti jawaban dari Rasulullah pun mulai menghina dan mengejek nabi mengenai ke Rasulannya, nabi pun merasa sedih dan merasa apakah Jibril mulai meninggalkannya hingga kemudian setelah 15 hari berlalu turunlah surat AL – Kahfi untuk menjelaskan pertanyaan – pertanyaan kaum Quraisy.

Allah menunda untuk menurunkan wahyu tersebut pun beralasan dan ini merupakan teguran bagi Rasulullah untuk tidak memastikan sesuatu kecuali dengan kata “Insya’Allah”.

Seperti yang diterangkan pada salah satu ayat di dalam surat Al – Kahfi sebagai berikut :

وَلاَتَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَلِكَ غَدًاإِلآ أَن يَشَآءَ اللهُ

Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu, ‘Sesungguhnya kau akan mengerjakan itu besok pagi’, kecuali (dengan menyebut), ‘In sya’-Allah’. (Qs. Al Kahfi (18) : 23 – 24)

Demikian penjelasan mengenai asal muasal diturunkannya surat Al – Kahfi dan kita pula dapat mengambil hikmah dari cerita Rasulullah tersebut untuk tidak memastikan apapun tanpa seijin Allah SWT, meski hal tersebut adalah pasti namun kita sebagai manusia tidak memiliki kemampuan untuk memastikan tersebut kecuali kekuatan Allah SWT.

Keutamaan Surat AL – Kahfi

Surat – surat dalam Al – Quran memiliki keutamaan masing – masing ketika dibaca begitu juga surat Al – Kahfi jika kita mengamalkannya. Surat Al – Kahfi sendiri merupakan golongan surat Makkiyah yaitu surat yang diturunkan di kota Makkah.

Surat ini berjumlah 110 ayat. Ayat ini memiliki keutamaan sendiri ketika diamalkan. Keutamaan surat Al – Kahfi diantarannya sebagai berikut :

1. Dibaca ketika hari Jumat akan terhindar dari fitnah Dajjal

Salah satu keutamaan surat Al – Kahfi yaitu ketika dibaca di hari Jumat insyaallah akan terhindar dari fitnah Dajjal menjelang hari kiamat. Sosok Dajjal ini merupakan sosok yang jahat yang akan memfitnah umat Islam.

Untuk menghindari hal tersebut, Rasulullah menyarankan agar umatnya selalu membaca surat Al – Kahfi di hari Jumat seperti sabdanya sebagai berikut :

Barang siapa membaca Surah Al Kahfi pada hari Jum’at, maka Dajjal tidak bisa memudharatkannya,” (HR-Dailami).

2. Dibaca ketika hari Jumat akan diampuni dosa – dosanya diantara dua Jumat

Keutamaan surat Al – Kahfi ketika dibaca di hari Jumat yaitu diampuni dosa – doanya diantara dua jumat. Hal ini dijelaskan dalam hadist yang diriwayatkan Abu Sa’id al – Khudri.

Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua jumat.

3. Dibaca ketika hari Jumat akan mendapat pancaran cahaya dalam diri

Seperti hadist yang dijelaskan pada hadist dibawah, siapapun yang mengamalkan surat Al – Kahfi pada hari Jumat maka akan mendapat pancaran cahaya sejauh anatara dirinya dan Baitul ‘atiq.

Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at, maka dipancarkan cahaya untuknya sejauh antara dirinya dia dan Baitul ‘atiq.” (HR Al-Hakim)

4. Jika di baca di dalam rumah maka rumah tidak akan dimasuki setan

Hal ini diriwayatkan oleh Ibnu Wardawaih dari Abdullah bin Mughaffal.

5. Mendapatkan ridho Allah SWT

Rasulullah SAW bersabda:

Siapa yang membaca surat Al-Kahfi, maka jadilah baginya cahaya dari kepala hingga kakinya, dan siapa yang membaca keseluruhannya maka jadilah baginya cahaya antara langit dan bumi” (HR Ahmad).

Seperti pada hadist tersebut, siapapun yang rutin membaca aurat Al -Kahfi akan mendapat ridho Allah dana memperolah cahaya keberkahan.

Siapapun manusia tentunya ingin mendapatkan rahmat dari Allah SWT agar hidup semakin tenang dan tentram. Oleh sebab itu dianjurkan untuk umat muslim membaca rutin surat Al – Kahfi.

Sunnah membaca surat Al – Kahfi

Surat Al – Kahfri disunnahkan untuk dibaca pada hari Jumat, bisa dinaca pada malam Jumat atau pada hari Jumatnya. Waktu pada malam Jumat diawali terbenamnya matahari di hari Kamis. Membaca surat Al – Kahfi pada hari Jumat dibatasai hingga mataharu terbenam pada hari Jumatnya.

Isi Pokok Surat Al – Kahfi

Adapun penjelasan mengenai surat Al – Kahfi yaitu berisikan tentang pujian kepada Allah SWT dan berakhir dengan iman dan amal yang saleh.

Dalam surat ini banyak menjelaskan tentang hari permulaan, hari kiamat, berita gembira terhadap berbagi karunia Allah SWT dan ancaman di hari kiamat.

Menjelaskan bagaimana seharusnya manusia bersikap berani seperti yang Ashab Al – Kahfi yang berani memegang teguh keimanan ditengah orang – orang yang membangkang dari perintah Allah SWT.

Kemudian dijelaskan kembali dalam kisah lain di surat ini yaitu kisah dua orang, yang pertama adalah seseorang yang sangat kaya sejahtera namun tidak beriman sedangkan orang yang kedua merupakan seorang yang fakir miskin namun beriman, orang yang kedua ini sama sekali tidak merendahkan dirinya di hadapan orang kaya.

Kisah lain yaitu tentang nabi Musa dan nabi Khidir, yaitu bagaimana Nabi Musa As yang nampak perkasa secara lahir namun batinnya mengandung kemaslahatan tidak mampu bersabar, sedangkan nabi Khidir menerima berbagai permasalahan dan ia menyatakan penyesalannya.

Bagian lain ialah kisah Dzulqainain, bagaimana ia melwati dunia timur dan barat menghadapi berbagai kaum yang memiliki tradisi dan kebiasaan berbeda dan pada akhirnya dengan bantuan sekelompok orang bangkit melawan konspirasi Ya’juj dan Ma’juj dan membuat benteng besi menghadang laju pasukan Ya’juj dan Ma’juj.

Adapun poin – poin isi pokok surat Al – Kahfi ialah sebagai berikut :

• Al Qur’an diturunkan sebagai pedoman hidup manusia
• Mengisahkan pemuda Ashabul Kahfi
• Rasulullah dihibur karena orang kafir belum beriman
• Rasulullah SAW diperintah untuk lebih sabar dalam menghadapi orang – orang fakir
• Orang kafir diancam akan memperoleh siksa dan musibah
• Orang beriman dijanjikan akan diberi balasan yang baik
• Perumpamaan antara orang beriman dan orang kafir dalam menyikapi hal – hal dunia
• Perumpamaan dunia dengan hujan dan tanaman yang tumbuh di bumi
• Iblis tidak mau sujud pada Nabi Adam
• Pemberian kitab catatan amal baik dan buruk
• Dibukakanlah kebenaran dalam pandangan manusia
• Kejadian hari kiamat
• Kisah Nabi Musa dan Khidr
• Mengisahkan Dzulqarnain
• Kondisi orang kafir di neraka
• Kisah tentang orang – orang terdahulu yang telah hancur
• Allah akan memberikan rahmat di hari akhir nanti
• Amalan orang kafir yang sia – sia
• Benteng yang menghalangi Ya’juj dan Ma’juj
• Anjuran untuk beribadah dengan ikhlas

Demikian penjelasan lengkap mengenai surat al kahfi. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.