Ulasan Lengkap Tentang Kewajiban Memenuhi Undangan Walimatul Ursy

Posted on

Undangan Walimatul Ursy – Beda tulisan beda arti, beda ejaan beda makna. Ya, seperti itulah kaidah baku yang digunakan dalam semua bahasa, bahkan juga komunikasi verbal.

Terdapat banyak kasus yang kerap terjadi dan dapat digunakan sebagai pembelajaran. Salah satunya adalah penulisan bahasa Arab, dalam undangan perayaan pesta pernikahan. Banyak dijumpai dengan tulisan Undangan Walimatul ‘Ursy, padahal kalimat yang tepat adalah Walimatul Urs.

Kesalahan-kesalahan yang terjadi, dapat disebabkan oleh berbagai faktor teknis maupun non-teknis. Namun yang fatal terjadi adalah ketika sebuah kesalahan disebabkan oleh karena seringnya penggunaan kata tersebut oleh banyak orang, dimana seolah-olah menjadi sebuah pembenaran.

Lantas dimana kesalahan penulisan Undangan Walimatul Ursy tersebut? Mari kita simak ulasan berikut ini.


Saduran Kata Walimatul ‘Urs


othersta.com

Kata walimah adalah ejaan dari bahasa Arab ‘walimah’ atau ’al-walimatu’ yaitu isim musytaq-nya dari kata ‘Al-Walmu’ atau ‘Al-Jam’u’ yang berarti perkumpulan. Bentuk pluralnya adalah ‘Al-Walimaat atau ‘Al-Wala-im’.

Walimah sendiri seringkali digunakan untuk menyebut makanan yang dihidangkan dalam acara yang bertajuk bahagia; lebih sering lagi yaitu dalam acara pernikahan. Sedangkan kata Al-‘Urs, terdiri dari tiga huruf Arab, yakni ‘ain, ra, sin.

Jika ditulis dalam bahasa Arab menjadi Al-‘Ursu, bentuk pluralnya adalah ‘Al-A’rasu’. Maka jika kata walimah dan al-‘urs digabung akan menjadi Walimatul ‘Ursi. Dan dalam lisan Indonesia, biasanya mematikan bunyi di akhir, sehingga yang tepat adalah Walimatul ‘Urs.

Sedangkan yang selama ini populer kita kenal adalah Walimatul ‘Ursy. Dari kata walimatul ‘ursy tersebut, bagian yang tidak tepat adalah kata Al-‘Ursy. Sebab terdiri dari tiga huruf Arab ‘ain, ra, syin. Dimana jika digabung menjadi ‘Ursyun yang artinya adalah telinga. Tentu saja sangat jauh perbedaan artinya bukan?

Sehingga meskipun kekeliruan penulisan istilah ini adalah hal yang sepele namun dapat berakibat pada kekeliruan makna pula. Terlepas dari arti kata Walimatul ‘Urs tersebut, bagaimana Islam memandang acara ini?

Pernikahan dalam Islam

sebentarsaja.com

Dalam Islam, pernikahan adalah ibadah. Bahkan justru mendapatkan penghargaan yang begitu besar, dimana ikatan pernikahan ditetapkan sebanding dengan separuh agama. Maka yang sering kita dengar, bahwa menikah adalah menyempurnakan separuh agama adalah benar adanya.

Dari Anas bin Malik RA yang mengatakan “Rasulullah SAW bersabda: barangsiapa menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya, dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah SWT. dalam memelihara separuhnya lagi.” (HR. Thabrani dan Hakim).

Oleh karena itu pula, proses pernikahan diatur secara terperinci dalam Islam. Mulai dari pemilihan pasangan, proses khitbah, akad nikah maupun tuntunan setelah pernikahan dilaksanakan. Dimana didalamnya termasuk dengan Walimatul ‘Urs.

Pernikahan dianggap telah sah ketika sudah melakukan akad nikah dengan memenuhi syarat dan rukun yang ditetapkan. Kemudian, Walimatul ‘Urs yang merupakan sebuah jamuan makan dimana memiliki tujuan sebagai ungkapan rasa syukur setelah dilaksanakannya akad nikah tersebut.

Pihak keluarga menggelar acara ini untuk para kerabat dan tamu undangan, sekaligus juga sebagai syiar bahwa telah dipersatukannya dua mempelai dalam ikatan pernikahan.


Walimatul Ursy Sebagai Ibadah


imania.web.id

Secara hukum, Walimatul ‘Urs adalah sunnah. Rasulullah sendiri menganjurkan untuk membuat undangan Walimatul ‘Urs, meski hanya dengan seekor kambing dan tidak perlu dengan kemewahan. Acara Walimatul ‘Urs sendiri dapat dinilai ibadah ketika memenuhi beberapa faktor seperti:

a. Sesuai kemampuan

Sesuai tuntunan Rasulullah, hendaknya penyelenggaraan acara Walimatul ‘Urs dilakukan secara sederhana saja, tidak perlu berlebihan yang justru berpotensi menjadikan banyak kemubadziran.

b. Tidak memaksakan diri jika tidak mampu

Hukum menggelar Walimatul ‘Urs adalah sunnah. Sehingga bagi yang tidak mampu melaksanakannya tidak perlu memaksakan diri. Terlebih harus berhutang kesana kemari untuk menggelar hajatan, rasanya justru kurang baik.

Karena pada intinya adalah wujud rasa syukur pada Allah SWT. maka dengan cara memberikan makanan kepada tamu, maupun sanak saudara sekitar sudah dianggap cukup dan bernilai sedekah.

c. Sesuai dengan ajaran Islam

Banyak yang menyelenggarakan pesta pernikahan yang justru jauh dari ajaran Islam. Hal ini begitu disayangkan, mengingat dari tujuan dasar perayaan pernikahan itu sendiri. Maka hendaknya, rangkaian acara dalam pesta pernikahan dibuat tidak jauh melenceng dari ajaran Islam.

Contoh kecil misalnya seperti tidak memperdengarkan musik atau pertunjukan yang jauh dari budaya Islam. Ataupun dalam menyediakan tempat, hendaknya yang dapat menampung tamu undangan untuk duduk. Sehingga ketika tamu akan menikmati hidangan tidak dalam keadaan berdiri.

Tujuan Walimatul Ursy

sijai.com

Undangan Walimatul ‘Urs tidak dimaksudkan untuk berpesta pora. Tujuan yang ingin dicapai selain sebagai bentuk rasa syukur pada Allah SWT adalah untuk mengumumkan pernikahan kepada khalayak agar tidak menimbulkan kecurigaan dari orang lain.

Disamping itu, juga bertujuan untuk memohon doa dan restu dari para tamu yang datang. Sebab, semakin banyak yang turut mendoakan semakin baik pula. Tentu harapan paling umum adalah agar pernikahannya mendapatkan keberkahan dan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah.

Sebagai sebuah rangkaian yang memiliki tujuan yang mulia, maka Walimatul ‘Urs juga dianggap sebagai wasilah untuk mesyiarkan ilmu dan tujuan ibadah serta mengharapkan ridho dari Allah SWT.

Secara teknis acara Walimatul ‘Urs diselenggarakan oleh pihak suami. Sebagaimana perbuatan yang dituntunkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat. Maka dapat dipetik hikmah, bahwa undangan Walimatul ‘Urs adalah tanggung jawab suami.

Begitu juga sesudah akad, maka kewajiban dari seorang ayah atas anaknya dapat dianggap telah selesai dan akan digantikan oleh sang suami.


Kewajiban Memenuhi Undangan Walimatul Ursy


wajibbaca.com

Lantas bagaimana dengan hukum menghadiri undangan Walimatul ‘Urs bagi tamu? Jawabannya adalah fardhu ‘ain atau wajib, meskipun ada beberapa pendapat yang mengatakannya fardhu kifayah.

Sesungguhnya menghadiri undangan Walimatul ‘Urs adalah hal yang baik untuk dilakukan. Mengingat akan tujuan yang hendak dicapai dalam penyelenggaraan acara tersebut merupakan sesuatu yang mulia, maka kita begitu dianjurkan.

Pelaksanaan Walimatul ‘Urs yang baik adalah tidak menyimpang dari tuntunan agama. Oleh karenanya, prosesi Walimatul ‘Urs haruslah jauh dari hal-hal yang justru mengandung khufarat. Islam sendiri melarang penyelenggaraan Walimatul ‘Urs yang hanya mengundang kalangan orang-orang tertentu saja.

Misalnya hanya mengundang orang kaya dan terhormat, padahal di sekitarnya terdapat banyak fakir yang tidak diundang. Hal tersebut justru merupakan hal yang tidak diperkenankan.

Sebenarnya tidak mengapa jika mengkhususkan membuat undangan bagi orang-orang tersebut, asalkan dengan niat bukan karena kekayaannya. Sehingga akan lebih baik untuk mengundang tamu dari semua kalangan.

Dalam penyelenggaraannya, Walimatul ‘Urs mempunyai standar yang harus dipenuhi, seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.

Akan tetapi karena kemajuan jaman dan perbedaan budaya, maka tetap dilaksanakan sesuai dengan ajaran dan menjauhkan yang menyimpang dari agama. Dengan tetap berpatokan pada contoh-contoh dari Rasulullah SAW.

Demikian ulasan singkat mengenai Walimatul ‘Urs yang diatur dalam Islam, begitu pula mengenai ejaan yang benar dalam penulisan Walimatul ‘Urs yang selama ini masih banyak kekeliruan. Aturan-aturan ini hendaknya dapat memberikan manfaat bagi umat Islam dan para pembaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.